Tampilkan postingan dengan label Belalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belalang. Tampilkan semua postingan

30 April 2017

Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya

Jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i pada 5 Desember 2011 di halaman belakang rumah di Jonggol (Bogor, Jawa Barat)


a aa DSC02852

Saat perkawinan belalang Atractomorpha crenulata sedang berlangsung, kadang ada saja belalang jantan lain yang diam-diam datang dan kemudian berusaha untuk merebut sang belalang betina yang sedang kawin tersebut. Seringkali usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin tersebut gagal dan sang belalang jantan pengganggu dapat diusir pergi. Jika pun belalang betina yang sedang kawin itu pada akhirnya dapat direbut, namun hal itu bukan berarti sang belalang jantan kedua dapat langsung mengawininya. Seringkali sang belalang betina juga menolak dan mengusirnya dengan tendangan kakinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dan gangguannya)


a aa DSC02847b-vert

Dari beberapa kali peristiwa perebutan belalang betina yang sedang kawin yang pernah aku saksikan di halaman belakang rumah di Jonggol, cuma sekali saja aku lihat ada belalang jantan kedua yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dengan belalang jantan pertama dan kemudian berhasil juga mengawini belalang betina tersebut. Dan aku beruntung bisa mengabadikan momet menarik tersebut dengan kamera hape sony ericsson k800i-ku ya.

(baca : Rebutan belalang betina yang sedang kawin)


a aa DSC02864-vert

Peristiwanya terjadi pada suatu siang dimana saat itu ada sepasang belalang Atractomorpha crennulata yang sedang kawin didaun bayam kakap yang ada di halaman belakang. Disaat itulah, diam-diam ada seekor belalang jantan lain yang mendekati mereka. Tidak seperti yang lainnya yang biasanya datang dari arah belakang, kali ini sang jantan kedua datang dari arah depan. Ketika sang jantan kedua melompat ke punggung sang betina dari arah depan, sang jantan pertama pun tidak dapat menendangnya dengan kaki belakang. Setelah berusaha saling mengusir, beberapa waktu kemudian kedua jantan tersebut terlihat saling diam. Sepertinya mereka saling mengintimidasi satu sama lain ya. Akhirnya sang jantan pertama sepertinya mengakui keunggulan sang jantan kedua sehingga kemudian ia melompat pergi dengan sendirinya.


a aa DSC02897-horz-vert

Setelah itu, ternyata sang belalang jantan kedua tidak langsung berusaha untuk mengawini sang betina yang berhasil direbutnya seperti yang pernah aku lihat sebelumnya. Sepertinya sang belalang jantan kedua ini cukup berpengalaman. Ia ternyata malah menempelkan dan menggesekan bagian belakang tubuhnya ke kepala sang betina terlebih dahulu. Mungkin ini untuk merayu si betina ya. Setelah mendapat respon yang baik dari sang betina, akhirnya sang belalang jantan kedua pun berhasil mengawini sang betina tanpa adanya perlawanan. Ini merupakan kali pertama aku melihat keberhasilan perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dari usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin.

29 April 2017

Rebutan belalang betina yang sedang kawin

DSC00448-tile

Ternyata dalam dunia belalang Atractomorpha crenulata ada juga yang namanya cinta segitiga ya. Ketika pertama kali melihat, aku kaget sendiri ketika sedang memperhatikan pasangan belalang yang sedang kawin, tiba-tiba saja ada belalang jantan lain didekatnya yang melompat ke arah pasangan belalang yang sedang kawin tersebut. Peristiwa berikutnya terjadi begitu cepat ya dan tahu-tahu sang belalang jantan yang tiba-tiba melompat tadi lalu tiba-tiba kembali melompat lagi menjauh karena ditendang oleh sang belalang jantan yang sedang kawin itu.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


a DSC06411-tile

Sejak itu, setiap kali melihat ada pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin di halaman belakang rumah, aku juga lalu memperhatikan ke sekitar tempat pasangan belalang kawin tersebut untuk mengetahui apakah ada belalang jantan lain atau tidak disekitar mereka agar aku bisa bersiap-siap untuk memotretnya jika terjadi lagi peristiwa yang menarik tersebut.


a IMG_8807-tile

Dalam beberapa kali kesempatan yang aku dapat, jarang sekali aku melihat ada belalang jantan pengganggu yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin. Biasanya belalang jantan pengganggu itu dengan mudah bisa ditendang dan diusir oleh sang belalang jantan pertama yang sedang kawin atau sedang menjaga betina yang telah dikawininya itu.


c IMG_9422-tile

Jika pun belalang pengganggu berhasil mengusir pergi belalang jantan yang sedang kawin dan merebut betinanya, belum tentu ia dapat mengawini si betina dengan mudah. Sepertinya sang belalang betina tidak mudah untuk bisa menerima adanya belalang jantan lain yang tiba-tiba ingin menggantikan posisi pasangannya sebelumnya. Sang betina akan berusaha untuk mengusir sang jantan pengganggu dari punggungnya dengan tendangan-tendangan kakinya.

Cuma sekali saja aku pernah melihat ada belalang jantan yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan akhirnya bisa mengawininya. (Baca : Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya.)


b IMG_3408-tile

Kadang tidak cuma satu saja belalang jantan yang datang mendekat dan berusaha untuk merebut belalang betina yang sedang kawin. Kadang para jantan itu datang bergantian, namun tidak jarang pula mereka datang berbarengan.

27 April 2017

Polimorfisme pada belalang Atractomorpha crenulata

a DSC02151-horz

Pada suatu sore, menjelang akhir musim panas yang cukup panjang di tahun 2011, ketika sedang melihat-lihat halaman belakang rumah di Jonggol, aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha kawin dengan salah satu nimfa/anakan belalang betina di salah satu daun tanaman yang ada di halaman belakang tersebut. Sebenarnya melihat ada belalang jantan yang sedang berusaha mengawini seekor nimfa betina adalah sesuatu hal yang menurutku cukup menarik karena itu merupakan hal yang tidak biasa dan jarang sekali aku bisa melihatnya. Tetapi yang membuatku heran dan tercengang saat itu adalah ternyata antara belalang jantan dan betinanya mempunyai warna yang berbeda !!! Nimfa belalang betinanya yang berwarna hijau aku kenali sebagai belalang Atractomorpha crenulata yang memang merupakan jenis belalang yang populasinya mendominasi halaman belakang saat itu. Namun belalang jantannya yang berwarna coklat merupakan jenis belalang yang baru kali ini aku lihat ada di halaman belakang. Karena baru pertama kali melihat, aku jadi heran sendiri dan mengira telah terjadi percobaan perkawinan antar spesies belalang yang berbeda…hehehehe

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


b DSC00158-vert

Baik belalang jantan atau pun betina yang berwarna coklat sebenarnya bukanlah hal yang baru buatku karena aku sudah pernah melihat sebelumnya. Foto belalang jantan yang berwarna coklat pada gambar paling atas malah merupakan salah satu koleksi pertama dari foto-foto belalang hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i ya. Foto tersebut aku ambil di tepi jalan di dekat rumah adikku di Malang. Sementara foto belalang betina yang berwarna coklat yang berada dibagian bawah aku dapatkan saat aku berada di rumah mertuaku di Ponorogo, dan termasuk salah satu foto belalang betina berwarna coklat pertama yang aku punya.


b DSC02374-vert

Beberapa waktu kemudian, setelah sebelumnya melihat adanya belalang jantan berwarna coklat yang mencoba kawin dengan nimfa belalang betina berwarna hijau, akhirnya aku benar-benar menemukan pasangan belalang jantan dan betina dewasa dengan warna yang berbeda yang sedang kawin diantara dedaunan bayam kakap yang ada di halaman belakang. Dan yang membuatku senang sekali adalah ternyata di hari yang sama tersebut, aku menemukan ada 2 pasang belalang yang sedang kawin dimana setiap pasangnya mempunyai warna yang saling bertolak belakang antara belalang jantan dan betinanya…wow benar-benar hari yang hebat!!!! hehehe


aa IMG_5766-tile

Karena penasaran, aku pun mulai mencari-cari informasi melalui internet. Melalui seorang kenalah di FB, akhirnya aku mulai mendapat informasi yang benar mengenai masalah perbedaan warna pada pasangan belalang yang sedang kawin yang aku lihat sebelumnya itu. Ternyata walaupun mempunyai perbedaan warna, belalang-belalang yang aku lihat tersebut berasal dari jenis yang sama ya. Perbedaan warna itu terjadi katanya karena adanya Polimorfisme dimana polimorfisme adalah kemampuan untuk mempunyai 2 atau lebih bentuk (atau warna) yang berbeda dari satu spesies yang sama, yang terjadi pada habitat yang sama dan dalam kurun waktu yang bersamaan, dan tergolong dalam populasi panmiktik (perkawinan acak).


aa IMG_5474-tile

Adanya perbedaan warna pada belalang tersebut ternyata katanya dipengaruhi oleh suhu udara yang ada ya. Semakin tinggi suhu udara, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk terjadinya perubahan warna pada belalang dari hijau menjadi coklat pada generasi belalang yang tumbuh dan berkembang saat itu dimana frekuensi perubahan yang terjadi pada belalang betina ternyata lebih besar dibandingkan yang terjadi pada belalang jantan.


Referensi:

25 April 2017

Nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina kawin

Koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i – Des 2010 dan September 2011


Setelah nimfa/anakan belalang berubah menjadi belalang dewasa, maka setelah itu belalang akan mulai mencari pasangan untuk kawin dan berkembang biak. Namun ada satu hal yang aku lihat pada belalang Atractomorpha crenulata yang ada di halaman belakang yang sampai sekarang masih membuatku bertanya-tanya apa penyebabnya, yaitu adanya belalang jantan yang mencoba atau kawin dengan nimfa belalang betina yang berada pada tahapan instar terakhir dimana tahapan instar merupakan tahapan kehidupan nimfa yang berada diantara proses ganti kulit satu dengan lainnya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)

Ketika pertama kali melihat hal tersebut, aku tidak menyadarinya. Saat itu aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha untuk mengawini seekor belalang betina. Namun sang belalang betina ternyata selalu berusaha untuk menghindar dan menolak perkawinan tersebut. Selain sepertinya berusaha untuk kabur dan juga mengusir sang belalang jantan yang sudah berada di punggungnya dengan cara menendang-nendangkan kaki belakangnya, sang belalang betina juga menekuk perutnya ke arah dalam untuk menjauhkan alat kelaminnya dari alat kelamin sang jantan.

Kerasnya usaha penolakan sang belalang betina itu untuk dikawini itu menarik perhatianku. Ketika aku amati lebih dekat lagi, barulah aku menyadari bahwa ternyata belalang betina itu bukanlah belalang yang sudah dewasa, tetapi masih merupakan nimfa belalang yang berada pada tahapan instar terakhir. Saat itu akhirnya sang jantan tidak berhasil mengawini sang betina


nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin

Beberapa waktu kemudian, menjelang malam tahun baru 2011, aku melihat lagi adanya usaha dari seekor belalang jantan untuk mengawini nimfa belalang betina. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya sang jantan berhasil juga mengawini sang nimfa tersebut ya, dan perkawinan itu ternyata berlangsung cukup lama sampai tengah malam dan memasuki awal tahun baru 2011.

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_3

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_2

Menjelang pergantian tahun dari 2010 ke 2011, seekor nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina, yang pada awalnya berusaha untuk menghindar dan menolak dikawini oleh seekor pejantan, akhirnya menyerah juga dan menerima ajakan kawin dari sang jantan. Namun aku tidak tahu apakah perkawinan seperti itu akan dapat menghasilkan keturunan?


nimfa belalang menolak kawin

Beberapa bulan kemudian, pada September 2011, seekor belalang jantan berwarna coklat terlihat sedang berusaha untuk mengawini seekor nimfa belalang betina berwarna hijau. Sayang, walau sudah berkali-kali mencoba, namun sang nimfa tidak mau dikawini. Sang nimfa selalu menekuk perutnya dan menendang-nendang sang jantan saat ia berada di punggungnya sampai akhirnya si jantan pun menyerah dan pergi meninggalkannya.

(baca : Polimorfisme, penyebab adanya perbedaan warna pada belalang)

24 April 2017

Belalang Atractomorpha crenulata kawin – 2010

Koleksi foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape sony ericsson k800i pada November dan Desember 2010.


belalang Atractomorpha crenulata kawin_tampak belakang

Ternyata koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin yang paling lama yang masih tersimpan adalah 2 foto diatas ya. Entah kenapa kok cuma tampak belakang saja yang ada ya, aku sendiri sudah lupa alasannya kenapa memotret belalang Atractomorpha crenulata kawin tersebut cuma dari belakang saja ya hehehe.


belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan

Yang berikut adalah foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin diatas daun pegagan. Saat itu kebetulan banyak tumbuh tanaman pegagan yang memang sengaja ditanam di halaman belakang ya dimana bibitnya dibawa dari rumah Mama di Pasar Rebo.

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_2

Ini adalah kali pertama aku berhasil memetik daun tempat hinggap pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin tanpa membuat mereka melompat kabur ya..senangnya…

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_3

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_4


Koleksi yang terakhir dan paling menarik saat 2010 itu adalah belalang jantan yang kawin dengan belalang betina yag belum dewasa alias nimfa belalang betina.

22 April 2017

Nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina ganti kulit

nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina ganti kulit

Setelah beberapa waktu sebelumnya berhasil memergoki seekor nimfa belalang Atractomorpha crenulata jantan yang berganti kulit, kali ini aku berhasil memergoki seekor nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina yang sedang berganti kulit.


DSC09929

Walaupun tidak melihatnya dari sejak awal proses berganti kulit, tapi merasa cukup senang dapat melihatnya ya. Mudah-mudahan nanti aku bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa melihat proses belalang berganti kulit ini.

15 April 2017

Nimfa Belalang Atractomorpha crenulata cacat

Jeprat jepret Sony Ericsson k800i – 4 Desember 2010

Saat baru tinggal di Jonggol bersama Papa yang saat itu masih hidup, di halaman belakang rumah di Jonggol yang saat itu kurang terurus, tumbuh beberapa pohon bayam kakap atau bayam tahun (Amaranthus hybridus). Karena ukurannya cukup besar, daun bayam kakap tersebut dapat diolah menjadi makanan ringan dengan diberi tepung dan digoreng.

Salah satu pohon bayam kakap tersebut pada akhirnya tumbuh besar dengan ukuran tinggi melebihi tinggi tubuhku yang katanya sekitar 165 cm saja. Di pohon bayam yang besar itulah saat itu banyak tinggal belalang Atractomorpha crenulata. Karena belalang jenis ini bukan merupakan pelompat yang baik, dan bila tidak ada ganggguan, mereka juga jarang berpindah tempat, maka aku pun jadi mudah mengamatinya setiap hari.

(baca : PRAKATA)


Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_1

Pada suatu hari aku melihat ada seekor anak belalang atau nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata yang mempunyai cacat pada bagian belakang perutnya.


Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_2

Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_3

Ternyata kecacatannya tersebut membuat kotorannya menjadi panjang. Biasanya kotoran belalang ini bentuknya kecil-kecil ya. Akhirnya terjawab sudah pertanyaanku beberapa hari sebelumnya ketika menemukan sisa-sisa kotoran belalang yang tampak tidak biasa karena bentuknya yang panjang-panjang. Rupanya nimfa belalang Atractomorpha crenulata cacat ini penyebabnya hehehe..

14 Maret 2017

Nyemplung dan kelenger saat sedang kawin

aIMG_6170

Pada suatu hari, saat akan mencuci tangan di kran air yang ada di halaman belakang rumah di Jonggol (Bogor – Jawa Barat), aku melihat ada sepasang belalang Atractomorpha crenulata sedang kawin yang  terapung-apung di dalam ember yang hampir penuh terisi air yang ada di bawah kran air tersebut.

aIMG_6177

Saat aku angkat dari ember tersebut, sepasang belalang yang masih berada dalam posisi kawin tersebut tidak menunjukan tanda-tanda kehidupan. Mereka diam saja sehingga aku pun mengira mereka berdua sudah mati karena mungkin sudah terlalu lama berada di dalam ember yang berisi air tersebut. Wah lumayan buat koleksi nih, pikirku saat itu, sepasang belalang yang mati dalam keadaan masih kawin.

aIMG_6195

Tetapi tidak lama kemudian, ternyata belalang jantan mulai menunjukan tanda-tanda kehidupan. Ia mulai bergerak-gerak dan tidak lama kemudian ia pun bangun. Walau pun begitu, ia tetap saja berada pada posisi kawin sementara sang betina belum juga menunjukan tanda-tanda apa pun sehingga aku tidak yakin apakah si betina masih hidup atau sudah benar-benar mati. Saat berada di dalam ember yang berisi air tersebut, posisi si betina memang sudah setengah tenggelam karena berada dibawah sang jantan.

aIMG_6201

Lebih dari 30 menit kemudian, ternyata sang betina juga mulai sadar. Akhirnya ia pun bangun dari pingsannya dan ternyata mereka terus saja melanjutkan proses perkawinannya tersebut…wah…wah…emang ga ada matinya kali nih si belalang ya hehehehe

aIMG_6207

30 Maret 2016

Belalang kayu ganti kulit

Valanga nigricornis

Beberapa waktu sebelumnya, anak-anak membawa pulang 2 ekor nimfa belalang kayu dan melepaskannya dihalaman belakang. Setelah nimfa-nimfa belalang kayu tersebut tumbuh menjadi besar, akhirnya mereka pun melakukan ganti kulit terakhir untuk menjadi belalang kayu dewasa. Salah satunya berhasil aku foto saat sedang melakukan ganti kulit terakhirnya ya.

Lihat klasifikasi ilmiah belalang kayu –>

27 Juli 2015

Nimfa Belalang Kayu di Musim Kemarau 2015

nimfa belalang kayu
Pada suatu hari aku mulai melihat lagi adanya nimfa-nimfa belalang kayu (Valanga nigricornis) yang berkeliaran di halaman belakang rumah di Jonggol, Bogor Jawa Barat. Nimfa-nimfa tersebut berada di beberapa tanaman, seperti di pohon kersen (a), rerumputan (b) dan pohon kenikir (c), dan memakan daun-daun tanaman tersebut.

11 Maret 2015

Nimfa belalang kayu berganti kulit menjadi belalang kayu dewasa

Jeprat jepret Canon IXY DIGITAL 510 IS – Maret 2015

Di halaman belakang rumah di Jonggol seringkali ada nimfa atau anak-anak belalang kayu (Valanga nigricornis) yang muncul saat menjelang musim hujan. Mereka bisa memakan aneka daun tanaman yang tumbuh di halaman belakang, seperti daun jambu batu, labu siam, kapas, katuk, cabe, kemangi dll. Namun karena sepertinya telur-telurnya tidak menetas berbarengan, maka seringkali ada anakan belalang kayu yang masih kecil sementara lainnya sudah mencapai atau menjelang dewasa.

06 November 2014

Kisah cinta 4 hari Belalang Atractomorpha crenulata coklat

Polimorfisme pada belalang Atractomorpha crenulata

Polimorfisme dalam biologi terjadi ketika ada suatu jenis hewan yang mempunyai 2 atau lebih bentuk yang berbeda yang terjadi pada lingkungan yang sama dan pada saat yang bersamaan.

Belalang dari jenis Atractomorpha sp. ternyata mempunyai polimorfisme warna tubuh (body-color polymorphism) yang terjadi karena tingginya suhu udara pada musim kemarau. Karena belalang ini mempunyai beberapa generasi  yang mungkin menetas pada saat suhu udara yang berbeda, maka akhirnya bisa terdapat belalang dengan warna yang berbeda pada lingkungan yang sama dan pada saat yang bersamaan seperti yang terjadi di halaman belakang rumah di Jonggol (Bogor-Jawa Barat) beberapa waktu lalu.

24 April 2014

Belalang Coklat dari subfamily Catantopinae

1. Jeprat Jepret HP Sony Ericsson k800i
Ini adalah jenis belalang coklat yang sering aku jumpai di kebun dan sekitarnya. Terkadang ada juga yang terbang masuk ke halaman belakang rumah dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Belalang coklat ini cukup sulit untuk didekati dan merupakan penerbang yang baik.

belalang coklat dari subfamily Catantopinae
Seekor belalang coklat dari subfamily Catantopinae yang berhasil aku potret dengan menggunakan kamera HP –ku saat ia sedang hinggap di salah satu daun tanaman yang ada di halaman belakang rumah.

12 November 2013

Jeprat Jepret Hape: Belalang Oxya chinensis

1. Belalang Oxya chinensis sedang bertelur

Tanggal : 19 Agustus 2010
Kamera : Sony Ericsson k800i
Lokasi : Halaman belakang – Jonggol, Bogor, Jabar

Jenis belalang lain yang juga ada di halaman belakang rumah di Jonggol, Bogor Timur, Jawa Barat, adalah jenis belalang Oxya chinensis. Belalang berwarna hijau ini jumlahnya di halaman belakang memang tidak terlalu banyak. Hal ini mungkin disebabkan karena belalang ini merupakan jenis belalang yang gesit dan juga penerbang yang baik sehingga ketika sudah menjadi belalang dewasa maka dengan mudah belalang ini bisa terbang berpindah dari satu tempat ke temat lainnya.

01 November 2013

Jeprat Jepret Hape: Belalang Kayu (Valanga nigricornis)

1. Nimfa belalang belalang kayu (Valanga nigricornis)
Tanggal : 2010 – 2012
Kamera : Sony Ericsson k800i
Lokasi : Jonggol (Bogor-Jabar); Ponorogo (Jatim); Pasar Rebo (Jaktim-Jakarta)

Beberapa waktu lalu saat halaman belakang rumah di Jonggol masih dibiarkan ditumbuhi banyak tanaman liar, selain belalang Atractomorpha crenulata, di pohon bayam kakap (Amaranthus hybridus) yang ada di halaman belakang tersebut juga tinggal beberapa ekor nimfa belalang Valanga nigricornis atau yang dikenal dengan nama belalang kayu. Entah darimana datangnya, tiba-tiba saja aku lihat sudah ada beberapa ekor nimfa belalang kayu yang tinggal dan ikut memakan daun bayam kakap bersama dengan belalang Atractomorpha crenulata yang memang sudah ada dan tinggal terlebih dahulu di sana.

03 Oktober 2013

Atractomorpha crenulata Grasshopper Molting

Date : December 6, 2010
Camera : Sony Ericsson k800i
Location : Backyard – Jonggol, Bogor, West Java, Indonesia

A male Atractomorpha crenulata grasshopper nymph were in molting process to become an adult grasshopper
A male Atractomorpha crenulata grasshopper nymph were in molting process to become an adult grasshopper.

Body-color polymorphism on Atractomorpha crenulata

Date : October 30, 2011
Camera : Sony Ericsson k800i
Location : Backyard – Jonggol, Bogor, West Java, Indonesia

Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dengan warna yang berbeda_2Two Atractomorpha crenulata grasshoppers with different colors were mating.

Polimorfisme pada (Perkawinan) Belalang Atractomorpha crenulata

Tanggal : 30 Oktober 2011
Kamera : Sony Ericsson k800i
Lokasi : Halaman belakang – Jonggol, Bogor, Jabar

Pada suatu siang, di akhir musim panas yang cukup panjang dan di awal musim hujan 2011, ketika sedang memeriksa halaman belakang, aku melihat ada sepasang belalang yang sedang kawin di daun bayam kakap.

Melihat belalang kawin di halaman belakang pada saat itu bukanlah suatu hal yang aneh dan luar biasa karena memang pada saat itu ada cukup banyak populasi belalang yang tinggal di halaman belakang. Namun yang membuatku heran dan tercengang adalah ternyata belalang yang sedang kawin itu mempunyai warna yang berbeda.

02 Oktober 2013

Perkawinan Belalang Atractomorpha crenulata

Jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i pada Januari, Februari 2011 di Halaman belakang rumah di Jonggol, Bogor, Jabar


Karena jumlanh belalang Atractomorpha crenulata yang tinggal di halaman belakang cukup banyak, maka cukup mudah bagiku untuk dapat menemukan pasangan-pasangan belalang itu yang sedang kawin.

Sebelum perkawinan belalang Atractomorpha crenulata di mulai, aku pernah menyaksikan adanya seekor belalang jantan yang mulai mengikuti belalang betina yang ditaksirnya. Sambil mengawasi dari kejauhan, sesekali ia mengerakan badannya naik turun. Mungkin itu adalah cara belalang Atractomorpha crenulata jantan untuk berkomunikasi dengan belalang betina ya. Belalang betina sendiri belum penah aku lihat melakukan gerakan naik turun sebagaimana halnya yang dilakukan oleh belalang jantan tersebut. Gerakan tubuh ini juga dilakukan belalang jantan saat akan berkelahi dengan pejantan lain ya.

Setelah mendapat respon yang baik dari belalang betina yang ditaksirnya tersebut, maka belalang jantan pun akan mulai mendekati sang belalang betina dan akhirnya akan melompat naik ke punggung belalang betina dan mulai melakukan perkawinan.

Dari yang pernah aku perhatikan, belalang Atractomorpha crenulata ini dapat berada pada posisi kawin selama berjam-jam ya. Mereka pun dapat mulai melakukan perkawinan baik pada pagi, siang, sore atau pun malam hari. Selama proses perkawinan belalang berlangsung, sambil membawa-bawa belalang jantan di punggungnya, sang belalang betina akan tetap melakukan aktifitas mencari makannya.


belalang Atractomorpha crenulata jantan sedang melakukan PDKT pada belalang betinabelalang Atractomorpha crenulata jantan sedang melakukan PDKT pada belalang betina 2

Belalang Atractomorpha crenulata jantan sedang melakukan pendekatan kepada belalang betina dan berkomunikasi dengan belalang betina dengan cara menggerakan badannya naik turun.


belalang Atractomorpha crenulata kawinbelalang Atractomorpha crenulata kawin_2

Pasangan belalang Atractomorpha crenulata sedang melakukan perkawinan di pohon bayam kakap. Proses perkawinan belalang ini bisa berlangsung selama beberapa jam ya.


belalang Atractomorpha crenulata betina kawin sambil mencari makanbelalang Atractomorpha crenulata betina kawin sambil mencari makan_2

Belalang Atractomorpha crenulata sedang kawin di daun bayam kakap. Walau sedang kawin, belalang betina tetap melakukan aktifitas mencari makannya.


Ketika proses perkawinan belalang telah selesai, seringkali aku lihat ada belalang Atractomorpha crenulata jantan yang tetap berada di punggung belalang betina. Awalnya aku tidak mengerti untuk apa hal itu dilakukan oleh belalang jantan. Namun setelah beberapa kali mengamati lebih jauh, barulah aku mengetahui penyebabnya. Rupanya ia menjaga agar sang betina tidak dikawini oleh pejantan lain. Memang beberapa kali aku melihat ada belalang jantan lain yang tertarik dengan belalang betina yang sedang atau telah selesai kawin dan berusaha merebutnya dari pejantan pertama yang menjadi pasangannya.

Ketika kehadiran belalang Atractomorpha crenulata jantan lain yang ingin merebut belalang betina yang menjadi pasangannya diketahui oleh sang belalang jantan pertama, maka sang belalang jantan pertama tersebut akan mulai mengangkat dan menendang-nendangkan kaki belakangnya. Biasanya belalang jantan pengganggu yang datang belakangan itu akan mencari posisi yang memungkinkannya untuk bisa melompat ke punggung belalang betina yang sudah berpasangan itu. Namun karena belalang jantan pertama yang menjadi pasangan belalang betina itu sudah siap dengan tendangan-tendangan kaki belakangnya untuk menyambut datangnya sang belalang jantan pengganggu, maka biasanya sang belalang jantan pengganggu tersebut dapat diusir dengan mudah karena terkena tendangan-tendangan kaki belakang belalang jantan pertama tersebut.

Adakalanya sang belalang jantan pengganggu dapat mengusir belalang jantan pertama. Namun hal itu bukan berarti ia dapat langsung mengawini sang belalang betina. Kadangkala sang belalang betina menolak pejantan pengganggu itu dan berusaha menghindari atau mengusir sang pengganggu itu dengan tendangan-tendangan kaki belakangnya.


belalang Atractomorpha crenulata jantan menendangkan kaki belakangnya untuk mengusir pengganggunyabelalang Atractomorpha crenulata jantan menendangkan kaki belakangnya untuk mengusir pengganggunya_2

Jika ada gangguan atau ada pejantan lain yang mendekat, maka belalang Atractomorpha crenulata jantan yang sedang kawin akan bersiap dan mulai mengangkat dan menendangkan kaki belakangnya.


Belalang Atractomorpha crenulata jantan menjaga betinanya agar tidak dikawini pejantan lainBelalang Atractomorpha crenulata jantan menjaga betinanya agar tidak dikawini pejantan lain_2

Setelah proses perkawinan belalang selesai, untuk mencegah pejantan lain mengawini sang betina, seringkali belalang Atractomorpha crenulata jantan tetap berada di punggung betina untuk beberapa waktu.


belalang Atractomorpha crenulata jantan kedua mengendap-endap mendekati pasangan belalang yanjg sedang kawinbelalang Atractomorpha crenulata jantan kedua mengendap-endap mendekati pasangan belalang yang sedang kawin_2

Belalang Atractomorpha crenulata jantan yang tertarik dengan betina yang sudah mempunyai pasangan datang menghampiri pasangan belalang yang telah selesai kawin dengan diam-diam.


belalang Atractomorpha crenulata jantan kedua mengendap-endap mendekati pasangan belalang yang sedang kawin_3belalang Atractomorpha crenulata kawin

Belalang Atractomorpha crenulata jantan pengganggu berusaha mengusir pejantan yang baru selesai kawin untuk merebut betinanya. Sayang usahanya gagal dan ia berhasil di usir pergi.


Yang juga menarik adalah ternyata ada belalang jantan yang mencoba dan atau kawin dengan nimfa belalang betina ya. Baca di Nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina kawin.