Tampilkan postingan dengan label Ngengat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngengat. Tampilkan semua postingan

26 Januari 2018

Ngengat dengan wajah lucu di punggungnya

Saat sedang melihat-lihat pohon jali-jali yang ditanam di halaman belakang rumah, aku melihat ada seekor ngengat yang sedang hinggap di salah satu daun tanaman tersebut.

aIMG_2347-horz

Setelah diperhatikan lebih dekat lagi, ternyata pola pada bagian punggung ngengat tersebut seperti membentuk wajah lucu yang sedang tersenyum ya.

aIMG_2340-horz

Setelah mengungah foto ngengat tersebut di salah satu grup Entomology yang ada di Facebook, akhirnya aku memperoleh informasi bahwa ngengat tersebut kemungkinan berasal dari genus Lymantria ya.

19 Juli 2017

Ulat yang 'bermain gelembung' – Psilogramma sp.

Hal pertama yang terungkap

Psilogramma sp 05

Beberapa hari setelah identitas ulat penggali tanah terungkap, aku mendapatkan lagi 2 ekor ulat Psilogramma sp. dari pohon kenanga (Cananga odorata) yang sama yang tumbuh di depan rumah tetangga di seberang jalan.

Setelah mengambil beberapa fotonya dan kemudian melihatnya kembali, tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Ternyata proses perubahan warna ulat dari hijau menjadi coklat itu sebenarnya sudah dimulai lebih awal dari yang aku kira semula.

Dengan membandingkan foto-foto ulat yang aku ambil saat sore dan malam hari, akhirnya aku menyimpulkan bahwa proses perubahan warna ulat tersebut sebenarnya dimulai dari ekornya terlebih dahulu yang berubah dari putih menjadi coklat.

Pada foto diatas, yang sebelah kiri menunjukan ulat yang sama namun dengan warna ekor yang berbeda saat sore dan malam hari. Sedangkan foto yang sebelah kanan juga menunjukan ulat yang sama dimana pada sore harinya warna ekornya sudah coklat, dan pada malam harinya ia pun ternyata mulai berubah warna lebih awal dibandingkan dengan ulat yang ada pada foto yang sebelah kiri.


Hal lain yang juga terungkap

Psilogramma sp 06

Ketika melihat sang ulat sudah mulai berubah warna menjadi kecoklatan, aku pun segera menyiapkan wadah berisi tanah untuk tempat sang ulat nanti bersembunyi sebelum menjadi kepompong. Namun ternyata ada hal lain yang kemudian terjadi sebelum sang ulat turun ke tanah ya.

Setelah kenyang dan berhenti makan, sang ulat pun mulai mencari tempat untuk mulai berdiam diri. Awalnya aku mengira sang ulat akan berdiam diri sampai menjelang pagi sebelum akhirnya turun ke tanah. Ternyata setelah beberapa menit berdiam diri, perlahan-lahan sang ulat mulai kembali bergerak dan melakukan sesuatu yang aneh. Ia seperti sedang menggigiti tubuhnya sendiri. Setelah aku perhatikan lebih dekat lagi, ternyata sang ulat mulai mengeluarkan semacam cairan dari mulutnya dan mulai membasahi tubuhnya dengan cairan tersebut.

Beberapa saat kemudian sang ulat pun kembali berdiam diri selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai membasahi tubuhnya lagi pada sisi yang berbeda. Hal tersebut dilakukannya selama beberapa kali sampai seluruh tubuhnya terbasuh oleh cairan yang keluar dari mulutnya tersebut.


Ulat 'bermain gelembung'

Psilogramma sp 07

Karena sepertinya banyak cairan yang keluar dari mulutnya saat sang ulat sedang membasuh tubuhnya itu, akhirnya sempat terlihat, selama beberapa waktu, sepertinya sang ulat sedang 'bermain dengan gelembung' cairan yang keluar dari mulutnya tersebut ya. Setelah seluruh tubuhnya basah oleh cairan yang keluar dari mulutnya itu, sang ulat pun akhirnya kembali berdiam diri dan kali ini untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ia turun ke tanah dan bersembunyi di dalamnya sebelum akhirnya nanti menjadi kepompong. Sayangnya karena sampai dini hari aku masih terjaga untuk memperhatikan ulat tersebut, akhirnya aku malah bangun kesiangan dan tidak tahu lagi ke mana sang ulat akhirnya pergi dan bersembunyi… Sad smile

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

18 Juli 2017

Akhirnya identitas ulat penggali tanah terungkap – Psilogramma sp.

Ulat di pohon kenanga

Psilogramma sp 01

Setelah pertemuan pertama dengan ulat coklat yang dibawa oleh seorang teman yang kemudian ternyata menggali tanah dan akhirnya menjadi kepompong didalam tanah, setahun kemudian barulah aku mengetahui bahwa sesungguhnya ulat tersebut pada awalnya berwarna hijau dan merupakan ulat yang memakan daun pohon kenangga (Cananga odorata).

Awalnya, pada suatu sore, ada tetangga diseberang jalan yang memberitahukan bahwa ada ulat di pohon kenanga yang ada di depan rumahnya. Akhirnya ulat tersebut pun aku bawa pulang ke rumah untuk aku perlihatkan pada anak-anakku yang kebetulan saat itu sedang senang bermain dengan ulat-ulat.


Identitas ulat yang terungkap tanpa sengaja

Psilogramma sp 02

Esok paginya, setelah subuh, saat aku akan mulai berbenah untuk persiapan membuka warung, tanpa sengaja aku melihat ulat tersebut, yang saat itu sudah berubah warna, sedang berusaha untuk turun dari dahan tempatnya berdiam semalam.

Melihat hal itu, dan karena sudah pernah mengetahui apa yang akan dilakukan sang ulat selanjutnya, maka segera saja aku mencari wadah kosong yang segera aku isi dengan tanah dan kemudian meletakannya persis dibawah sang ulat yang sedang bergelantungan tersebut.

(lihat : Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.)

Perlahan-lahan aku pun mendekatkan sang ulat dengan wadah berisi tanah tersebut. Ketika akhirnya sang ulat sudah turun dan berada diatas tanah, maka segera saja ia mulai menggali dan masuk ke dalamnya.


Persiapan menjadi kepompong

Psilogramma sp 03

Karena kesibukan di warung, aku sempat melupakan keberadaan ulat yang sedang bersembunyi didalam wadah berisi tanah tersebut. Esok malamnya, menjelang tidur malam, barulah aku teringat dan kemudian mencoba untuk mencari tahu apakah sang ulat sudah berubah menjadi kepompong. Aku pun kemudian menggali dengan hati-hati tanah yang menutupinya dan menemukan bahwa ternyata ulat tersebut belum juga berubah menjadi kepompong walau sudah lebih dari 1 hari penuh ia bersembunyi di dalam tanah.


Akhirnya menjadi kepompong

Psilogramma sp 04

Esoknya kembali aku melupakan keberadaan ulat tersebut dan baru kembali ingat dan memeriksanya pada sore keesokan harinya lagi. Ternyata ulat tersebut saat itu sudah berubah menjadi kepompong dengan 'belalai' di ujungnya ya.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

14 Juli 2017

Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.

Ulat yang mengali tanah

ulat Psilogramma sp

Pada suatu pagi, ada seorang teman yang datang membawa seekor ulat berwarna coklat yang ditemukannya di tepi jalan. Karena kemudian ada yang datang berbelanja di warung, akhirnya ulat tersebut pun aku letakan dulu di atas tanah lalu aku tinggalkan.

Beberapa waktu kemudian, setelah urusan di warung selesai, aku tidak melihat lagi ulat coklat tersebut dimanapun. Awalnya aku mengira kalau ulat tersebut sudah memanjat ke salah satu tanaman yang ada disekitarnya. Namun setelah dicari-cari tetap saja aku tidak dapat menemukannya.

Ketika aku memperhatikan lagi ke tempat terakhir aku meletakan ulat tersebut, tiba-tiba saja terbersit pikiran bahwa jangan-jangan ulat tersebut bersembunyi di dalam tanah. Kebetulan tanah tempat dimana aku meletakan ulat itu terakhir kalinya, beberapa waktu sebelumnya baru saja aku gemburkan, aku gali-gali sedikit tanahnya karena saat itu ada rencana untuk menanam sesuatu ya.

Akhirnya dengan hati-hati aku pun mulai menyingkirkan sedikit demi sedikit tanah yang ada. Dan ternyata benar saja, aku menemukan ulat tersebut di dalamnya. Ketika kemudian aku letakan kembali ulat tersebut diatas tanah, ternyata ia pun mulai mengali dan masuk lagi ke dalamnya. Akhirnya aku pun mengambil toples bekas tempat sosis sonice, mengisinya dengan tanah dan kemudian meletakan ulat tersebut diatasnya. Segera saja ulat tersebut mulai menggali dan masuk kembali ke dalam tanah yang ada di dalam toples tersebut. Mau apa dia didalam tanah ya??????


Kepompong dengan "belalai"

kepompong Psilogramma sp

Beberapa hari kemudian, aku baru teringat lagi akan keberadaan toples berisi tanah dengan ulat didalamnya tersebut. Karena penasaran ingin tahu apa yang telah terjadi, aku pun mulai membongkar tanah di dalam toples tersebut dengan hati-hati. Dan apa yang aku temukan didalamnya membuatku tercengang keheranan! Ada kepompong dengan bentuk yang sedikit aneh karena ada semacam "belalai" diujungnya! Ini kali pertama aku melihat kepompong seperti itu ya. Benar-benar sesuatu yang menakjubkan buatku saat itu ya hehehe


Ngengat yang cacat

Psilogramma sp baru menetas

Sekitar 2 minggu kemudian, pada malam hari, akhirnya seekor ngengat pun menetas dari kepompong aneh tersebut. Sayang kondisinya tidak sempurna. Salah satu sayapnya ada yang tidak dapat terkembang dengan sempurna. Mungkin hal ini disebabkan karena kempompong tersebut sempat dipatuk ayam sebelumnya ya. Saat itu aku sedang terburu-buru karena sesuatu hal sehingga akhirnya meletakan kepompong yang sedang aku pegang saat itu ke dalam sebuah pot tanaman. Ternyata tidak lama kemudian ada seekor ayam yang datang dan melihatnya. Ayam tersebut pun mematuknya. Untung saja saat itu aku melihatnya sehingga dapat menyelamatkan kepompong tersebut dari sang ayam.


Psilogramma sp

Ternyata ngengat tersebut berasal dari jenis Psilogramma sp.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

22 Januari 2017

Ulat dari family Limacodidae

aaIMG_9914Pada suatu hari, ketika kaka Dai dan dede Yas sedang bermain bersama dibelakang rumah di Jonggol, tiba-tiba saja mereka berdua masuk ke halaman belakang sambil memanggil-manggil papanya. Rupanya mereka menemukan seekor ulat (family Limacodidae) saat sedang bermain bersama. Dengan sehelai daun jambu yang aku ambil dari pohon yang ada di belakang rumah, aku pun memindahkan ulat tersebut ke tempat yang memudahkanku untuk nanti mengambil fotonya. Dengan disaksikan oleh kaka Dai dan dede Yas, setelah mengambil beberapa foto dari ulat tersebut, akhirnya aku pun melepaskannya kembali ke belakang rumah.

06 April 2016

Ngengat Phauda sp. kawin

Phauda sp. Mating

Saat sedang berjalan bersama anak di tepi sebuah jalan raya, ia tiba-tiba memanggilku dan menunjukan sesuatu yang dilihatnya di salah satu daun pohon beringin yang ada di tepi jalan tersebut. Ternyata yang dilihatnya adalah sepasang ngengat Phauda sp. yang sedang kawin. Ngengat ini merupakan salah satu jenis ngengat yang aktif di siang hari ya.

lihat klasifikasi ilmiah ngengat Phauda sp.

23 Maret 2016

Carea angulata - Nolidae (tuft moths)

Scientific classification
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 - animals
Phylum Arthropoda Latreille, 1829 - arthropods
Class Insecta Linnaeus, 1758 - Insects
Order Lepidoptera Linnaeus, 1758 - butterflies and moths
Superfamily Noctuoidea Latreille, 1809
Family Nolidae Hampson, 1894 - tuft moths
Genus Carea Walker, 1857
Species Carea angulata Fabricius 1793

Local name of caterpillar: Ulat kepala bagol, Ulat kepala besar

Host plant: Java apple / Jambu (Syzygium samarangense)

Location: Jonggol, West Java, Indonesia

Carea angulata

16 Maret 2016

Ulat Kepala Bagol (Nolid Caterpillar)

Di belakang rumah di Jonggol (Bogor, Jabar) ada pohon Jambu air yang cukup rajin berbuah. Walau buahnya tidak terlalu manis, tetapi aku jarang bisa mendapatkan buahnya yang cukup matang karena anak-anak yang ada disekitar rumah tampaknya sangat suka sekali dengan buahnya sehingga mereka seringkali memanjat dan memetik buah-buahnya walaupun belum terlalu matang.

Pada suatu hari, aku lihat daun-daunnya ternyata mulai terlihat habis di beberapa cabangnya. Ternyata saat itu ada cukup banyak ulat kepala bagol atau ulat kepala besar yang mendiami dan memakan daun-daunnya pohon jambu air tersebut. Dari kerusakan daun yang terlihat, sepertinya jumlah ulat-ulat kepala bagol yang ada di pohon jambu air tersebut lebih banyak dari biasanya ya. Mungkin sedang booming kali ya..

Carea sp_Nolidae_ulat kepala bagol

lihat lebih lanjut -->

27 Februari 2015

Jeprat Jepret Ngengat Trabala ganesha

Jeprat Jepret Canon IXY DIGITAL 510 IS – Maret 2014

Pertama kali aku melihat dan memotret ngengat Trabala ganesha ini di sebuah POM bensin yang berada di dekat terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Lama setelah itu, berbulan-bulan kemudian, barulah aku melihat lagi ngengat ini di sekitar rumah Mama di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ngengat Trabala ganesha merupakan jenis ngengat yang aktif di malam hari.

Setelah mengetahui bentuk ulat dan kokonnya, akhirnya aku mencoba untuk mengambil beberapa kokon yang aku temukan di pohon-pohon di sekitar rumah Mama untuk aku simpan agar nantinya aku dapat melihat ngengat Trabala ganesha yang baru menetas.

02 Oktober 2014

Privet Hawk Moth - Psilogramma menephron (Cramer, 1780)

Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.

Klasifikasi ilmiah ngengat:
Privet Hawk Moth (Psilogramma menephron)
Kingdom: Animalia Linnaeus, 1758 – animals
Phylum: Arthropoda Latreille, 1829 – arthropods
Class: Insecta Linnaeus, 1758 – insects
Order: Lepidoptera Linnaeus, 1758 – moths, butterflies
Family: Sphingidae Latreille, 1802 - "hawk moths 
Genus: Psilogramma Rothschild & Jordan, 1903
Species: Psilogramma menephron (Cramer, 1780)
Sinonim: Sphinx ahrendti Pagenstecher, 1888
               Sphinx menephron Cramer, [1780]
               Sphinx menephron discistriga Walker, 1856
               Psilogramma melanomera (Butler, 1875)

Ulat di pohon kenanga

Menjelang akhir musim panas, pada September 2014, ada seorang tetangga depan rumah yang memberitahukan bahwa ada ulat di pohon kenanga (Cananga odorata) yang ada di depan rumahnya. Karena ukurannya sudah cukup besar dan sepertinya tidak lama lagi akan menjadi kepompong, akhirnya ulat tersebut aku bawa ke rumah untuk diamati.

(baca : Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.)

00aUlat yang aku dapatkan dari pohon kenanga milik tetangga depan rumah tersebut ternyata pada malam harinya mengalami perubahan warna, dan akhirnya keesokan paginya ulat itu masuk ke dalam tanah untuk menanti proses menjadi kepompong.

00cUlat pertama yang aku dapatkan saat itu mempunyai ekor yang berwarna coklat ya (gb. atas). Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan lagi 2 ekor ulat dari jenis dan pohon kenanga yang sama. Dari 2 ulat itu, salah satunya mempunyai ekor yang berwarna putih (gb. bawah, kiri) dimana hal itu baru aku sadari beberapa waktu kemudian. Sementara ulat yang satunya lagi mempunyai ekor berwarna coklat (gb. bawah, kanan).


Ulat berubah warna menjelang jadi kepompong

001Rupanya menjelang menjadi kepompong, ulat-ulat itu berubah warna, dimana sepertinya perubahan itu dimulai dari bagian ekor ya. Gb. atas menunjukan ulat yang sama namun pada waktu yang berbeda, sementara pada gb. bawah, pada ulat lainnya, terlihat perubahan warna yang terjadi saat ulat masih mencari makan.

002Walau warna tubuh mulai berubah, ulat masih terus saja mencari makan sampai akhirnya ia kenyang. Setelah itu barulah ulat mulai mencari tempat untuk berdiam diri. Yang menarik, setelah berdiam diri selama beberapa menit, tiba-tiba sang ulat mulai melumuri sebagian tubuhnya dengan cairan yang dikeluarkan dari mulutnya. Setelah itu ulat kembali berdiam diri lagi beberapa saat sebelum akhirnya mulai melumuri sisa tubuhnya yang lain.

003Setelah seluruh tubuhnya telah dilumuri oleh cairan dari mulutnya, ulat berdiam diri lagi dan kali ini untuk waktu yang cukup lama, sampai proses perubahan warnanya selesai. Setelah itu, ulat turun dari pohon untuk mencari tempat tersembunyi untuk menjadi kepompong. Salah seekor ulat yang sempat aku lihat saat sedang turun, ternyata masuk ke dalam tanah yang aku sediakan, sementara yang lainnya kemudian pergi entah kemana.


Ulat menjadi kepompong di dalam tanah

004Setelah sekitar 1 hari lebih, ketika aku periksa, ternyata ulat tersebut belum menjadi kepompong. Begitu juga pada hari ke-2. Pada hari ke-3, ketika aku memeriksanya saat menjelang subuh, barulah aku menemukannya telah menjadi kepompong.

005Kepompong yang berukuran sekitar 6x1,5 cm tersebut ternyata memerlukan waktu 2 minggu untuk menetaskan ngengatnya ya. Pada hari ke-14, aku melihat warna kepompongnya mulai menjadi lebih gelap. Hal ini menandakan bahwa ngengatnya akan menetas pada esok harinya. Esok harinya, saat hari mulai malam, aku pun mengeluarkan kepompong tersebut dari lubangnya dan meletaknya di tempat yang terbuka agar mudah diamati.


Akhirnya sang ngengat pun menetas

00dAkhirnya pada hari ke 15 ngengatnya siap untuk menetas. Karena proses-proses yang terjadi sebelumnya selalu berlangsung pada malam hari, maka aku pun memperkirakan bahwa ngengatnya juga akan menetas pada malam hari ya.

zatu-vertMalam itu, sambil menjaga toko, aku sesekali mengamati keadaan kepompong tersebut. Namun sampai toko tutup, ngengatnya belum juga menetas. Dan kemudian ketika aku sedang beres-beres, ternyata ngengatnya malah menetas. Untung saja saat itu aku sempat melihatnya.

00fNgengat yang baru menetas itu merayap terburu-buru di tanah, berusaha mencari tempat untuk berpegangan. Akhirnya aku pun meletakannya pada pohon cabe kecil yang sebelumnya potnya aku jadikan tempat untuk meletakan kepompongnya. Ngengat tersebut akhirnya memanjat dan berdiam diri di suatu tempat sambil menunggu tubuh barunya siap digunakan. Esok paginya, ngengat tersebut sudah tidak ada lagi, terbang entah kemana.

netasIMG_8273Setelah mencari referensi melalui internet, akhirnya dapat juga informasi mengenai ngengat ini ya. Ternyata ngengatnya berasal dari jenis Privet Hawk Moth (Psilogramma menephron). Ngengat ini dapat mempunyai rentang sayap antara 82-138 cm. Selain di Indonesia, ngengat ini juga dapat ditemukan antara lain di Sri Lanka, India, Nepal, China, Thailand, Vietnam dan Filipina.


Referensi:

  • Aus-Lep, Psilogramma menephron (Cramer, 1780) (http://www.aus-lep.com/ThumListFam/Sphinghidae/Sphinginae/tn_psilogramma%20menephron.htm)
  • Biolib, Privet Hawk Moth Psilogramma menephron (Cramer, 1780) (http://www.biolib.cz/en/taxonposition/id624767/)
  • Wikipedia, Psilogramma menephron (http://en.wikipedia.org/wiki/Psilogramma_menephron)

12 Juli 2014

Jeprat Jepret Ngengat: Cyana sp.

Klasifikasi ilmiah ngengat Cyana sp.
Kingdom: Animalia Linnaeus, 1758 – hewan
Phylum: Arthropoda Latreille, 1829 – hewan beruas
Class: Insecta Linnaeus, 1758 – serangga
Order: Lepidoptera Linnaeus, 1758 – ngengat, kupu-kupu
Family: Arctiidae Leach, 1815 - tiger moths
Genus: Cyana Walker, 1854

12 September 2013

Ulat Keket Ganti Kulit

Tanggal: 3 September 2013
Kamera: Canon IXY DIGITAL 510 IS
Lokasi: Jonggol, Bogor Timur, Jawa Barat

Si kecil Daisuki yang umurnya sudah hampir 3 tahun menyukai ulat. Jadi beberapa bulan yang lalu aku pernah memberikan 3 ekor ulat keket atau ulat ngengat atlas (Attacus atlas) yang aku dapat dari pohon kecapi milik tetangga di seberang jalan kepada si kecil Daisuki untuk dipelihara. Saat itu, setelah hari kemudian, ternyata ketiga ekor ulat keket tersebut akhirnya menjadi kepompong.

Mengetahui bahwa si kecil Daisuki tidak takut dan malah menyukai ulat, akhirnya pada suatu hari, tetangga di seberang jalan tersebut memberikan sebatang pohon kenanga yang ada ulat keket-nya kepada si kecil Daisuki. Aku lalu meletakan batang kenanga tersebut ke dalam bekas botol minuman yang aku isi dengan air agar daun-daunnya tidak cepat layu dan mengering.

11 September 2013

Atlas Moth (Attacus atlas) Caterpillar Molting

Date: September 3, 2013
Camera: Canon IXY DIGITAL 510 IS
Location: Jonggol, Bogor, West Java, Indonesia

Atlas Moth (Attacus atlas) Caterpillar Molting
Atlas moth (Attacus atlas) caterpillar molting. After the process is complete, and the new body is ready to be used, the caterpillar began to eat its old skin.

10 September 2013

Ngengat Atlas (Attacus atlas) Keluar Dari Kepompong

Kamera: Canon IXY DIGITAL 510 IS
Lokasi: Jonggol, Bogor Timur, Jawa Barat

Pada suatu hari, pada tanggal 2 April 2013, ada seorang teman yang memberikan sebuah kepompong dari ngengat atlas (Attacus atlas) atau yang lebih dikenal dengan nama kupu-kupu gajah kepadaku. Kepompong itu merupakan kepompong pertama yang kemudian aku simpan dengan harapan nantinya aku bisa menyaksikan saat ngengat atlas-nya menetas.

Di daerah tempat tinggalku sekarang ini, desa Sukasirna di Jonggol, ngengat atlas ini dikenal dengan nama kupu-kupu kecapi karena baik ulat, kepompong maupun ngengat dewasanya biasanya banyak ditemukan di pohon-pohon kecapi. Ulatnya, yang biasa disebut dengan nama ulat keket, memakan daun-daun pohon kecapi tersebut ya.

Male Atlas Moth (Attacus atlas) Emerging From Pupa

Date: August 31, 2013
Camera: Canon IXY DIGITAL 510 IS
Location: Jonggol, Bogor, West Java, Indonesia

Atlas moth (Attacus atlas ) emerging from pupa
Male atlas moth (Attacus atlas) emerging from pupa. Its wingspan is about 20 cm.