19 July 2017

Ulat yang 'bermain gelembung' – Psilogramma sp.

Hal pertama yang terungkap

Psilogramma sp 05

Beberapa hari setelah identitas ulat penggali tanah terungkap, aku mendapatkan lagi 2 ekor ulat Psilogramma sp. dari pohon kenanga (Cananga odorata) yang sama yang tumbuh di depan rumah tetangga di seberang jalan.

Setelah mengambil beberapa fotonya dan kemudian melihatnya kembali, tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Ternyata proses perubahan warna ulat dari hijau menjadi coklat itu sebenarnya sudah dimulai lebih awal dari yang aku kira semula.

Dengan membandingkan foto-foto ulat yang aku ambil saat sore dan malam hari, akhirnya aku menyimpulkan bahwa proses perubahan warna ulat tersebut sebenarnya dimulai dari ekornya terlebih dahulu yang berubah dari putih menjadi coklat.

Pada foto diatas, yang sebelah kiri menunjukan ulat yang sama namun dengan warna ekor yang berbeda saat sore dan malam hari. Sedangkan foto yang sebelah kanan juga menunjukan ulat yang sama dimana pada sore harinya warna ekornya sudah coklat, dan pada malam harinya ia pun ternyata mulai berubah warna lebih awal dibandingkan dengan ulat yang ada pada foto yang sebelah kiri.


Hal lain yang juga terungkap

Psilogramma sp 06

Ketika melihat sang ulat sudah mulai berubah warna menjadi kecoklatan, aku pun segera menyiapkan wadah berisi tanah untuk tempat sang ulat nanti bersembunyi sebelum menjadi kepompong. Namun ternyata ada hal lain yang kemudian terjadi sebelum sang ulat turun ke tanah ya.

Setelah kenyang dan berhenti makan, sang ulat pun mulai mencari tempat untuk mulai berdiam diri. Awalnya aku mengira sang ulat akan berdiam diri sampai menjelang pagi sebelum akhirnya turun ke tanah. Ternyata setelah beberapa menit berdiam diri, perlahan-lahan sang ulat mulai kembali bergerak dan melakukan sesuatu yang aneh. Ia seperti sedang menggigiti tubuhnya sendiri. Setelah aku perhatikan lebih dekat lagi, ternyata sang ulat mulai mengeluarkan semacam cairan dari mulutnya dan mulai membasahi tubuhnya dengan cairan tersebut.

Beberapa saat kemudian sang ulat pun kembali berdiam diri selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai membasahi tubuhnya lagi pada sisi yang berbeda. Hal tersebut dilakukannya selama beberapa kali sampai seluruh tubuhnya terbasuh oleh cairan yang keluar dari mulutnya tersebut.


Ulat 'bermain gelembung'

Psilogramma sp 07

Karena sepertinya banyak cairan yang keluar dari mulutnya saat sang ulat sedang membasuh tubuhnya itu, akhirnya sempat terlihat, selama beberapa waktu, sepertinya sang ulat sedang 'bermain dengan gelembung' cairan yang keluar dari mulutnya tersebut ya. Setelah seluruh tubuhnya basah oleh cairan yang keluar dari mulutnya itu, sang ulat pun akhirnya kembali berdiam diri dan kali ini untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ia turun ke tanah dan bersembunyi di dalamnya sebelum akhirnya nanti menjadi kepompong. Sayangnya karena sampai dini hari aku masih terjaga untuk memperhatikan ulat tersebut, akhirnya aku malah bangun kesiangan dan tidak tahu lagi ke mana sang ulat akhirnya pergi dan bersembunyi… Sad smile

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

18 July 2017

Akhirnya identitas ulat penggali tanah terungkap – Psilogramma sp.

Ulat di pohon kenanga

Psilogramma sp 01

Setelah pertemuan pertama dengan ulat coklat yang dibawa oleh seorang teman yang kemudian ternyata menggali tanah dan akhirnya menjadi kepompong didalam tanah, setahun kemudian barulah aku mengetahui bahwa sesungguhnya ulat tersebut pada awalnya berwarna hijau dan merupakan ulat yang memakan daun pohon kenangga (Cananga odorata).

Awalnya, pada suatu sore, ada tetangga diseberang jalan yang memberitahukan bahwa ada ulat di pohon kenanga yang ada di depan rumahnya. Akhirnya ulat tersebut pun aku bawa pulang ke rumah untuk aku perlihatkan pada anak-anakku yang kebetulan saat itu sedang senang bermain dengan ulat-ulat.


Identitas ulat yang terungkap tanpa sengaja

Psilogramma sp 02

Esok paginya, setelah subuh, saat aku akan mulai berbenah untuk persiapan membuka warung, tanpa sengaja aku melihat ulat tersebut, yang saat itu sudah berubah warna, sedang berusaha untuk turun dari dahan tempatnya berdiam semalam.

Melihat hal itu, dan karena sudah pernah mengetahui apa yang akan dilakukan sang ulat selanjutnya, maka segera saja aku mencari wadah kosong yang segera aku isi dengan tanah dan kemudian meletakannya persis dibawah sang ulat yang sedang bergelantungan tersebut.

(lihat : Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.)

Perlahan-lahan aku pun mendekatkan sang ulat dengan wadah berisi tanah tersebut. Ketika akhirnya sang ulat sudah turun dan berada diatas tanah, maka segera saja ia mulai menggali dan masuk ke dalamnya.


Persiapan menjadi kepompong

Psilogramma sp 03

Karena kesibukan di warung, aku sempat melupakan keberadaan ulat yang sedang bersembunyi didalam wadah berisi tanah tersebut. Esok malamnya, menjelang tidur malam, barulah aku teringat dan kemudian mencoba untuk mencari tahu apakah sang ulat sudah berubah menjadi kepompong. Aku pun kemudian menggali dengan hati-hati tanah yang menutupinya dan menemukan bahwa ternyata ulat tersebut belum juga berubah menjadi kepompong walau sudah lebih dari 1 hari penuh ia bersembunyi di dalam tanah.


Akhirnya menjadi kepompong

Psilogramma sp 04

Esoknya kembali aku melupakan keberadaan ulat tersebut dan baru kembali ingat dan memeriksanya pada sore keesokan harinya lagi. Ternyata ulat tersebut saat itu sudah berubah menjadi kepompong dengan 'belalai' di ujungnya ya.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

14 July 2017

Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.

Ulat yang mengali tanah

ulat Psilogramma sp

Pada suatu pagi, ada seorang teman yang datang membawa seekor ulat berwarna coklat yang ditemukannya di tepi jalan. Karena kemudian ada yang datang berbelanja di warung, akhirnya ulat tersebut pun aku letakan dulu di atas tanah lalu aku tinggalkan.

Beberapa waktu kemudian, setelah urusan di warung selesai, aku tidak melihat lagi ulat coklat tersebut dimanapun. Awalnya aku mengira kalau ulat tersebut sudah memanjat ke salah satu tanaman yang ada disekitarnya. Namun setelah dicari-cari tetap saja aku tidak dapat menemukannya.

Ketika aku memperhatikan lagi ke tempat terakhir aku meletakan ulat tersebut, tiba-tiba saja terbersit pikiran bahwa jangan-jangan ulat tersebut bersembunyi di dalam tanah. Kebetulan tanah tempat dimana aku meletakan ulat itu terakhir kalinya, beberapa waktu sebelumnya baru saja aku gemburkan, aku gali-gali sedikit tanahnya karena saat itu ada rencana untuk menanam sesuatu ya.

Akhirnya dengan hati-hati aku pun mulai menyingkirkan sedikit demi sedikit tanah yang ada. Dan ternyata benar saja, aku menemukan ulat tersebut di dalamnya. Ketika kemudian aku letakan kembali ulat tersebut diatas tanah, ternyata ia pun mulai mengali dan masuk lagi ke dalamnya. Akhirnya aku pun mengambil toples bekas tempat sosis sonice, mengisinya dengan tanah dan kemudian meletakan ulat tersebut diatasnya. Segera saja ulat tersebut mulai menggali dan masuk kembali ke dalam tanah yang ada di dalam toples tersebut. Mau apa dia didalam tanah ya??????


Kepompong dengan "belalai"

kepompong Psilogramma sp

Beberapa hari kemudian, aku baru teringat lagi akan keberadaan toples berisi tanah dengan ulat didalamnya tersebut. Karena penasaran ingin tahu apa yang telah terjadi, aku pun mulai membongkar tanah di dalam toples tersebut dengan hati-hati. Dan apa yang aku temukan didalamnya membuatku tercengang keheranan! Ada kepompong dengan bentuk yang sedikit aneh karena ada semacam "belalai" diujungnya! Ini kali pertama aku melihat kepompong seperti itu ya. Benar-benar sesuatu yang menakjubkan buatku saat itu ya hehehe


Ngengat yang cacat

Psilogramma sp baru menetas

Sekitar 2 minggu kemudian, pada malam hari, akhirnya seekor ngengat pun menetas dari kepompong aneh tersebut. Sayang kondisinya tidak sempurna. Salah satu sayapnya ada yang tidak dapat terkembang dengan sempurna. Mungkin hal ini disebabkan karena kempompong tersebut sempat dipatuk ayam sebelumnya ya. Saat itu aku sedang terburu-buru karena sesuatu hal sehingga akhirnya meletakan kepompong yang sedang aku pegang saat itu ke dalam sebuah pot tanaman. Ternyata tidak lama kemudian ada seekor ayam yang datang dan melihatnya. Ayam tersebut pun mematuknya. Untung saja saat itu aku melihatnya sehingga dapat menyelamatkan kepompong tersebut dari sang ayam.


Psilogramma sp

Ternyata ngengat tersebut berasal dari jenis Psilogramma sp.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

30 May 2017

Ketika Bapak pucung berebut cewek

adisderIMG_2444-horz

Ketika musim kawin untuk kepik Bapak pucung alias red cotton bug alias Dysdercus cingulatus tiba, dimana masa perkawinan tersebut cuma berlangsung antara 2-6 hari saja, dan kemudian bapak pucung betina akan mulai bertelur dalam 3-8 hari kemudian, ternyata bisa juga terjadi aksi rebutan cewek antar bapak pucung jantan ya.


IMG_2430-tile

Aksi mencoba merebut betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan saat aku sedang berada di rumah kakak iparku di daerah Prambangan, Gresik, Jatim. Saat itu di halaman samping rumah kakak iparku itu terdapat beberapa pohon Pulutan (Urena lobata) yang menjadi tempat tinggal gerombolan bapak pucung yang lumayan jumlahnya.

Suatu ketika, saat sedang asik memperhatikan para bapak pucung yang sedang kawin, tiba-tiba saja, entah darimana datangnya, tau-tau ada bapak pucung jantan yang terus saja mendekati pasangan bapak pucung yang sedang kawin dan kemudian berusaha untuk ikut mengawini sang betina yang saat itu sedang kawin.

Ketika sudah berusaha keras dan tidak berhasil, akhirnya sang bapak pucung pengganggu itupun menyerah dan pergi meninggalkan pasangan bapak pucung yang sedang kawin tersebut.


IMG_2238-tile

Ternyata usaha bapak pucung jantan untuk mencoba kawin dengan betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan beberapa kali ya pada beberapa pasangan bapak pucung yang sedang kawin lainnya. Namun tidak seperti yang terjadi pada belalang Atractomorpha crenulata ya dimana jika ada pasangan belalang yang sedang kawin dan tiba-tiba datang pejantan lain yang mencoba untuk mengawini sang betina yang sedang kawin maka sang jantan pertama akan berusaha untuk mengusir sang pejantan pengganggunya, pada bapak pucung hal tersebut tidak aku lihat ya. Pasangan bapak pucung yang sedang kawin sepertinya tidak merasa terganggu dengan kehadiran sang jantan lain tersebut. Dan memang setelah tidak berhasil untuk ikut kawin dengan sang betina, maka sang jantan penggangu tersebut pun akhirnya pergi dengan sendirinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


IMG_2382-tile

Baca selengkapnya »

Dysdercus cingulatus si Bapak pucung

aIMG_2021

Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – animals [2]
Phylum Arthropoda von Siebold, 1848 – arthropods [3]
Class Insecta Linnaeus, 1758 – insects [8]
Order Hemiptera Linnaeus, 1758 – true bugs [6]
Suborder Heteroptera Latreille, 1810 –  [7]
Family Pyrrhocoridae Dohrn, 1859 – red bugs, cotton stainers [9]
Genus Dysdercus Audinet-Serville, 1835 [4]
Species Dysdercus cingulatus (Fabricius, 1775) – Red Cotton Bug [5]

Nama Indon├ęsia: Bapak Pucung (Jawa) [1] [10]
Nama Inggris: Red Cotton Bug, Cotton Stainer Bug, Red Cotton Stainer, Red Seed Bug of Malvaceae [10]


aIMG_2363

Red cotton bug atau Bapak pucung (Dysdercus cingulatus) merupakan salah satu jenis serangga dari ordo Hemiptera atau bangsa kepik (true bugs) yang dapat ditemui antara lain di tanaman Pulutan (Urena lobata) yang tumbuh disekitar rumah di Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Walaupun sedang kawin, kepik betina tetap sibuk mencari makan dengan cara menghisap cairan tanaman inangnya ya.


aaIMG_2377-vert

Saat sedang kawin dan merasa ada ganguan, ternyata sang kepik betina sanggup membawa sang jantan, bukan hanya menyeret tetapi mengangkatnya dengan hanya bermodalkan alat kelaminnya ya..ckckckck hebat euy..


aIMG_7865

Bapak pucung ternyata merupakan hama ya, dimana baik serangga muda maupun dewasa menyerang tanaman dari keluarga Malvaceae (kapas, rosela, dan okra) dan keluarga Bombacaceae (kapuk randu). [1]


 

Referensi dan informasi lebih lanjut bisa lihat di:

  1. Pracaya, 2008, Hama & penyakit tanaman [Google books], (https://books.google.co.id/books?id=IHkTEjTjTkcC&lpg=PA63&ots=81-aFw5SS9&dq=keluarga+Pyrrhocoridae&pg=PA63&redir_esc=y&hl=en#v=onepage&q=keluarga%20Pyrrhocoridae&f=false, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  2. Wikipedia, 2017, Animal, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Animal, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  3. Wikiedia, 2017, Arthropod, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Arthropod, diakses tanggal 30 mei 2017)
  4. Wikipedia, 2017, Dysdercus, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Dysdercus, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  5. Wikipedia, 2017, Dysdercus cingluatus, [online] (https://en.wikipedia.org/wiki/Dysdercus_cingulatus, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  6. Wikipedia, 2017, Hemiptera, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Hemiptera, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  7. Wikipedia, 2017, Heteroptera, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Heteroptera, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  8. Wikipedia, 2017, Insect, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Insect, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  9. Wikipedia, 2017, Pyrrhocoridae, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Pyrrhocoridae, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  10. Wikipedia Jawa, 2017, Bapak pucung, [online], (https://jv.wikipedia.org/wiki/Bapak_pucung, diakses tanggal 30 Mei 2017)
Baca selengkapnya »

30 April 2017

Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya

Jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i pada 5 Desember 2011 di halaman belakang rumah di Jonggol (Bogor, Jawa Barat)


a aa DSC02852

Saat perkawinan belalang Atractomorpha crenulata sedang berlangsung, kadang ada saja belalang jantan lain yang diam-diam datang dan kemudian berusaha untuk merebut sang belalang betina yang sedang kawin tersebut. Seringkali usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin tersebut gagal dan sang belalang jantan pengganggu dapat diusir pergi. Jika pun belalang betina yang sedang kawin itu pada akhirnya dapat direbut, namun hal itu bukan berarti sang belalang jantan kedua dapat langsung mengawininya. Seringkali sang belalang betina juga menolak dan mengusirnya dengan tendangan kakinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dan gangguannya)


a aa DSC02847b-vert

Dari beberapa kali peristiwa perebutan belalang betina yang sedang kawin yang pernah aku saksikan di halaman belakang rumah di Jonggol, cuma sekali saja aku lihat ada belalang jantan kedua yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dengan belalang jantan pertama dan kemudian berhasil juga mengawini belalang betina tersebut. Dan aku beruntung bisa mengabadikan momet menarik tersebut dengan kamera hape sony ericsson k800i-ku ya.

(baca : Rebutan belalang betina yang sedang kawin)


a aa DSC02864-vert

Peristiwanya terjadi pada suatu siang dimana saat itu ada sepasang belalang Atractomorpha crennulata yang sedang kawin didaun bayam kakap yang ada di halaman belakang. Disaat itulah, diam-diam ada seekor belalang jantan lain yang mendekati mereka. Tidak seperti yang lainnya yang biasanya datang dari arah belakang, kali ini sang jantan kedua datang dari arah depan. Ketika sang jantan kedua melompat ke punggung sang betina dari arah depan, sang jantan pertama pun tidak dapat menendangnya dengan kaki belakang. Setelah berusaha saling mengusir, beberapa waktu kemudian kedua jantan tersebut terlihat saling diam. Sepertinya mereka saling mengintimidasi satu sama lain ya. Akhirnya sang jantan pertama sepertinya mengakui keunggulan sang jantan kedua sehingga kemudian ia melompat pergi dengan sendirinya.


a aa DSC02897-horz-vert

Setelah itu, ternyata sang belalang jantan kedua tidak langsung berusaha untuk mengawini sang betina yang berhasil direbutnya seperti yang pernah aku lihat sebelumnya. Sepertinya sang belalang jantan kedua ini cukup berpengalaman. Ia ternyata malah menempelkan dan menggesekan bagian belakang tubuhnya ke kepala sang betina terlebih dahulu. Mungkin ini untuk merayu si betina ya. Setelah mendapat respon yang baik dari sang betina, akhirnya sang belalang jantan kedua pun berhasil mengawini sang betina tanpa adanya perlawanan. Ini merupakan kali pertama aku melihat keberhasilan perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dari usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin.

Baca selengkapnya »

29 April 2017

Rebutan belalang betina yang sedang kawin

DSC00448-tile

Ternyata dalam dunia belalang Atractomorpha crenulata ada juga yang namanya cinta segitiga ya. Ketika pertama kali melihat, aku kaget sendiri ketika sedang memperhatikan pasangan belalang yang sedang kawin, tiba-tiba saja ada belalang jantan lain didekatnya yang melompat ke arah pasangan belalang yang sedang kawin tersebut. Peristiwa berikutnya terjadi begitu cepat ya dan tahu-tahu sang belalang jantan yang tiba-tiba melompat tadi lalu tiba-tiba kembali melompat lagi menjauh karena ditendang oleh sang belalang jantan yang sedang kawin itu.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


a DSC06411-tile

Sejak itu, setiap kali melihat ada pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin di halaman belakang rumah, aku juga lalu memperhatikan ke sekitar tempat pasangan belalang kawin tersebut untuk mengetahui apakah ada belalang jantan lain atau tidak disekitar mereka agar aku bisa bersiap-siap untuk memotretnya jika terjadi lagi peristiwa yang menarik tersebut.


a IMG_8807-tile

Dalam beberapa kali kesempatan yang aku dapat, jarang sekali aku melihat ada belalang jantan pengganggu yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin. Biasanya belalang jantan pengganggu itu dengan mudah bisa ditendang dan diusir oleh sang belalang jantan pertama yang sedang kawin atau sedang menjaga betina yang telah dikawininya itu.


c IMG_9422-tile

Jika pun belalang pengganggu berhasil mengusir pergi belalang jantan yang sedang kawin dan merebut betinanya, belum tentu ia dapat mengawini si betina dengan mudah. Sepertinya sang belalang betina tidak mudah untuk bisa menerima adanya belalang jantan lain yang tiba-tiba ingin menggantikan posisi pasangannya sebelumnya. Sang betina akan berusaha untuk mengusir sang jantan pengganggu dari punggungnya dengan tendangan-tendangan kakinya.

Cuma sekali saja aku pernah melihat ada belalang jantan yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan akhirnya bisa mengawininya. (Baca : Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya.)


b IMG_3408-tile

Kadang tidak cuma satu saja belalang jantan yang datang mendekat dan berusaha untuk merebut belalang betina yang sedang kawin. Kadang para jantan itu datang bergantian, namun tidak jarang pula mereka datang berbarengan.

Baca selengkapnya »