21 October 2017

Si kumbang tentara Cordylocera pectoralis

aaIMG_2976-horz-vert

Pada suatu hari ada seekor kumbang kecil yang datang ke halaman belakang rumah. Semula aku mengira kumbang kecil ini adalah sejenis kunang-kunang, tetapi ternyata bukan ya. Tidak seperti kunang-kunang (family Lampyridae), kepala kumbang dari jenis Cordylocera pectoralis ini tidak tertutup oleh pronotum (bagian yang menghubungkan kepala dengan sayap), dan juga tidak mempunyai organ cahaya.

Klasifikasi ilmiah
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758animals
Phylum Arthropoda Lankester, 1904arthropods
Class Insecta Linnaeus, 1758 insects
Order Coleoptera Linnaeus, 1758beetles
Family Cantharidae Imhoff, 1856 - soldier beetles
Genus Cordylocera Guérin-Ménéville in Duperrey, 1838
Species Cordylocera pectoralis (Fabricius, 1801)


 

Referensi:

Baca selengkapnya »

13 October 2017

Kumbang daun: Aplosonyx sp.

aaIMG_9633-horz

Pada suatu hari ada seekor kumbang kecil yang datang dan hinggap di salah satu daun tanaman yang ada di halaman belakang. Setelah diperhatikan, ternyata kumbang ini memiliki pola/warna sayap elitra yang berbeda antara kiri dan kanan. Mungkin hal ini merupakan cacat yang terjadi pada tahap perkembangannya ya.

Klasifikasi ilmiah kumbang daun: Aplosonyx sp.
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – animals
Phylum Arthropoda Lankester, 1904 – arthropods
Class Insecta Linnaeus, 1758 – insects
Order Coleoptera Linnaeus, 1758 – beetles
Family Chrysomelidae Latreille, 1802 – leaf beetles
Subfamily Galerucinae Latreille, 1802 – skeletonizing leaf beetles
Genus Aplosonyx Chevrolat, 1837
Species Aplosonyx sp.


 

Referensi:

Baca selengkapnya »

11 October 2017

Kumbang daun: Lilioceris sp. kawin

aaIMG_1137

Lilioceris sp. ini merupakan jenis kumbang daun yang biasa aku lihat berada di tanaman yang tumbuh di sekitar pagar bambu dari sebuah kebun yang letaknya berdekatan dengan kebun peninggalan almarhum Papa di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

akuIMG_1138

Saat aku mengajak anak-anak ke kebun atau ke tanah lapang pada pagi hari, sebelum membuka toko, aku sering menjumpai kumbang-kumbang daun ini, baik jenis Aulacophora foveicollis maupun Lilioceris sp. ini yang berkeliaran disekitar pagar bambu tersebut. Pada akhirnya, setiap kali aku melintasi pagar bambu tersebut, mataku selalu terarah ke sana berusaha untuk mencari keberadaan para kumbang-kumbang daun tersebut dan berharap dapat menemukan suatu hal yang menarik dari aktifitas mereka sehari-hari. Dan akhirnya pada suatu pagi, aku melihat ada pasangan kumbang Lilioceris sp. ini yang sedang kawin.

aaIMG_1143

Mungkin karena merasa terganggu dengan kehadiranku, pasangan kumbang daun Lilioceris sp. yang sedang kawin di daun nanas pagar yang tumbuh di dekat pagar bambu itu akhirnya berusaha untuk pergi dari tempatnya semula dengan berjalan naik ke tanaman rambat yang ada di dekatnya. Saat itu aku masih berusaha untuk mengambil beberapa gambarnya sampai akhirnya aku ditinggalkan oleh anak-anakku yang dituntun oleh mamanya untuk terus berjalan pulang.

bbIMG_1147

Sebenarnya aku sudah sudah beberapa kali sempat melihat dan mengambil foto dari kumbang daun Lilioceris sp. yang sedang kawin, namun baru kali ini saja yang hasilnya cukup baik Open-mouthed smile

aaIMG_1150


 

Kumbang daun: Lilioceris sp. kawin (2)

a IMG_6639-vert

Ternyata setelah melihat-lihat lagi foto-foto lama, aku menemukan jenis kumbang dari genus Lilioceris lain yang juga aku temukan disekitar pagar bambu yang sama dengan kumbang sebelumnya ya.

 

Klasifikasi ilmiah kumbang daun Lilioceris sp.
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – animals
Phylum Arthropoda Lankester, 1904 – arthropods
Class Insecta Linnaeus, 1758 – insects
Order Coleoptera Linnaeus, 1758 – beetles
Family Chrysomelidae Latreille, 1802 – leaf beetles
Subfamily Criocerinae Latreille, 1807 - shining leaf beetles
Genus Lilioceris Reitter, 1912
Species Lilioceris sp.


referensi:

Baca selengkapnya »

10 October 2017

Kumbang daun: Aulacophora sp. kawin

wIMG_1338

Ketika sedang membersihkan tanaman pare di halaman belakang yang sudah mulai banyak hamanya, eh dibalik salah satu daunya, ada sepasang kumbang kecil dari jenis Aulacophora sp. yang sedang kawin. Kumbang daun ini sepertinya merupakan salah satu hama tanaman pare ini ya, selain kumbang koksi Henosepilachna vigintioctopunctata yang juga beberapa waktu lalu pernah merusak tanaman pare yang di tanam di halaman belakang. Mereka memakan daun-daun pare yang ada.

wIMG_1350

wIMG_1357

Klasifikasi ilmiah kumbang daun: Aulacophora sp.
Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – hewan
Phylum Arthropoda Lankester, 1904 – hewan beruas
Class Insecta Linnaeus, 1758 – serangga
Order Coleoptera Linnaeus, 1758 – kumbang
Family Chrysomelidae Latreille, 1802 – kumbang daun
Subfamily Galerucinae Latreille, 1802
Genus Aulacophora Dejean, 1835
Species Aulacophora sp.


Referensi:

Baca selengkapnya »

27 September 2017

Momen langka: Capung jarum Ischnura senegalensis kawin bertiga

Sebelumnya, aku sudah pernah melihat dan memotret capung-capung jarum Ischnura senegalensis yang sedang kawin ya, namun belum pernah melihat ada capung jarum Ischnura senegalensis yang kawin sampai bertiga seperti yang terlihat di foto-foto berikut.

Foto-foto momen langka dan unik saat capung jarum kawin bertiga dan tulisan berikut merupakan karya dari seorang teman di FB, M. Soedjoko.


Ischnura senegalensis 1

Moment unik

Emmmm...
Sebenarnya waktu itu lagi pingin moto burung Bubut. Sambil nunggu si Bubut nonggol, dan daripada bengong...iseng-iseng motoin laba-laba air, juga capung yg lg bersliweran.. Pas lagi fokus motoin 'Capung tentara' yg lagi mating eh..ada CJ (capung jarum) yang lagi mating juga.. Setelah jeprat-jepret, sejenak ku amati sekitar dan ternyata di satu petak (anggap saja 2x2 meteran) ada sekitar 8 pasangan CJ yang lagi mating. Mungkin bisa lebih karena waktu itu melimpah banget... Setelah puas mengamati, aku jeprat-jepret lagi..

Pas lagi mau jepret, ada seekor CJ yang lagi nyamber-nyamber salah satu pasangan CJ yang lagi mating.. Saya kira akan dimangsa…setelah saya amati dengan kamera, dan ternyata mengejutkan sekali!!! Entah si capung (jarum) tadi mau merebut pasangannya, entah mau berbagi ato entah...aaahhhh..daripada keburu ilang (pikirku) akhirnya ku jepret saja..waktu itu jarak saya dan objek sekitar 2m-an...setelah beberapa jepretan sebelum salah satunya lepas sempat ada CJ lain yg ingin mengganggu...dan pada akhirnya salah satu harus lepas dan merelakan pasangan tadi menikmati 'mating'nya...

M. Soedjoko

Ischnura senegalensis 2Ischnura senegalensis 3Ischnura senegalensis 4Ischnura senegalensis 5Ischnura senegalensis 6Ischnura senegalensis 7Ischnura senegalensis 8Ischnura senegalensis 9

Benar-benar momen yang langka dan unik kan saat capung jarum Ischnura senegalensis kawin bertiga.


sumber: https://www.facebook.com/m.s.djoko/media_set?set=a.1192736047414560.1073741873.100000345277179&type=3

Baca selengkapnya »

26 September 2017

Jerapah langka berwarna putih

Jerapah langka berwarna putih

KOMPAS.com (19/09/2017) – Dengan tubuh yang begitu tinggi dan leher yang panjang, sulit untuk tidak terkagum-kagum oleh jerapah. Apalagi ketika jerapah ini berwarna putih dari kepala hingga kaki. Tentu pemandangan tersebut sangat fenomenal.

Sebuah video yang direkam oleh penjaga hutan Hirola Conservation Program (HCP) di suaka margasatwa di Kenya menampikan dua jerapah, induk dan anak, yang mengalami leusisme pada bulan Agustus 2017.

Dipublikasikan melalui situs HCP, kedua jerapah terlihat sama sekali tidak terganggu oleh keberadaan para penjaga hutan.

“Sang induk terus berjalan kesana kemari dan memberi sinyal kepada anaknya untuk bersembunyi di belakang semak-semak, sebuah karakteristik dari kebanyakan induk satwa di daerah liar untuk mencegah anaknya diterkam,” tulis mereka.

Jerapah langka berwarna putih 2

Berbeda dengan albinisme yang merupakan mutasi genetik sehingga tubuh tidak memproduksi pigmen, leusisme hanya menghambat sel kulit dari memproduksi pigmen dan memperbolehkan organ lainnya memproses. Alhasil, tidak seperti hewan albino yang memiliki mata berwarna merah muda, kedua jerapah ini memiliki mata yang berwarna gelap.

Jerapah langka berwarna putih 3

Akan tetapi, popularitas dari kedua jerapah ini membuat banyak orang khawatir. Para penonton video berkomentar bahwa menyebarkan foto dan lokasi kedua hewan tersebut membuat mereka jadi sasaran pemburu liar.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Yayasan Konservasi Jerapah melaporkan, walaupun leusisme seharusnya tidak menganggu keselamatan mereka, tetapi warna yang mencolok tersebut membuat jerapah dengan leusisme lebih mudah jadi sasaran predator. Bahkan, lebih dari setengah jerapah dengan leusisme tidak melewati usia enam bulan.

Lihat video jerapah langka berwarna putih di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=RV3T9Uo8G5U

Meskipun langka, ini bukan kasus jerapah dengan leusisme pertama di dunia hewan. Sebagai contoh, jerapah terakhir dengan leusisme terlihat pada awal tahun 2016 di Taman Nasional Tarangire, Tanzania (lihat gambar dibawah).

Jerapah langka berwarna putih 4


Sumber:

Baca selengkapnya »

24 September 2017

Bakung-bakungan: Rain flower – Pancratium zeylanicum

bunga bakung-horz

Ordo Asparagales Bromhead
Famili Amaryllidaceae Jaume St.-Hil.
Genus Pancratium L.
Spesies Pancratium zeylanicum L.

Ini adalah salah satu tanaman yang ditanam di halaman depan rumah Mama di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dulu tanaman ini seringkali berbunga, mungkin karena saat itu ia bisa mendapat cukup banyak sinar matahari kali ya. Tetapi saat ini, semenjak di depan rumah Mama berdiri bangunan bertingkat, tanaman ini sudah mulai tidak berbunga lagi. Sinar matahari pagi yang biasanya bisa langsung menerangi halaman depan, sekarang sudah terhalang oleh bangunan bertingkat yang berada persis sekitar 1 m didepan rumah Mama.

Foto diatas merupakan foto bunga Rain flower (Pancratium zeylanicum) terakhir yang aku foto di halaman depan rumah Mama pada bulan Agustus 2012, 5 tahun yang lalu sebelum tulisan ini dibuat pada September 2017.


 

Referensi:

Baca selengkapnya »