29 April 2017

Rebutan belalang betina yang sedang kawin

DSC00448-tile

Ternyata dalam dunia belalang Atractomorpha crenulata ada juga yang namanya cinta segitiga ya. Ketika pertama kali melihat, aku kaget sendiri ketika sedang memperhatikan pasangan belalang yang sedang kawin, tiba-tiba saja ada belalang jantan lain didekatnya yang melompat ke arah pasangan belalang yang sedang kawin tersebut. Peristiwa berikutnya terjadi begitu cepat ya dan tahu-tahu sang belalang jantan yang tiba-tiba melompat tadi lalu tiba-tiba kembali melompat lagi menjauh karena ditendang oleh sang belalang jantan yang sedang kawin itu.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


a DSC06411-tile

Sejak itu, setiap kali melihat ada pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin di halaman belakang rumah, aku juga lalu memperhatikan ke sekitar tempat pasangan belalang kawin tersebut untuk mengetahui apakah ada belalang jantan lain atau tidak disekitar mereka agar aku bisa bersiap-siap untuk memotretnya jika terjadi lagi peristiwa yang menarik tersebut.


a IMG_8807-tile

Dalam beberapa kali kesempatan yang aku dapat, jarang sekali aku melihat ada belalang jantan pengganggu yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin. Biasanya belalang jantan pengganggu itu dengan mudah bisa ditendang dan diusir oleh sang belalang jantan pertama yang sedang kawin atau sedang menjaga betina yang telah dikawininya itu.


c IMG_9422-tile

Jika pun belalang pengganggu berhasil mengusir pergi belalang jantan yang sedang kawin dan merebut betinanya, belum tentu ia dapat mengawini si betina dengan mudah. Sepertinya sang belalang betina tidak mudah untuk bisa menerima adanya belalang jantan lain yang tiba-tiba ingin menggantikan posisi pasangannya sebelumnya. Sang betina akan berusaha untuk mengusir sang jantan pengganggu dari punggungnya dengan tendangan-tendangan kakinya.

Cuma sekali saja aku pernah melihat ada belalang jantan yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan akhirnya bisa mengawininya.


b IMG_3408-tile

Kadang tidak cuma satu saja belalang jantan yang datang mendekat dan berusaha untuk merebut belalang betina yang sedang kawin. Kadang para jantan itu datang bergantian, namun tidak jarang pula mereka datang berbarengan.

Baca selengkapnya »

27 April 2017

Polimorfisme pada belalang Atractomorpha crenulata

a DSC02151-horz

Pada suatu sore, menjelang akhir musim panas yang cukup panjang di tahun 2011, ketika sedang melihat-lihat halaman belakang rumah di Jonggol, aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha kawin dengan salah satu nimfa/anakan belalang betina di salah satu daun tanaman yang ada di halaman belakang tersebut. Sebenarnya melihat ada belalang jantan yang sedang berusaha mengawini seekor nimfa betina adalah sesuatu hal yang menurutku cukup menarik karena itu merupakan hal yang tidak biasa dan jarang sekali aku bisa melihatnya. Tetapi yang membuatku heran dan tercengang saat itu adalah ternyata antara belalang jantan dan betinanya mempunyai warna yang berbeda !!! Nimfa belalang betinanya yang berwarna hijau aku kenali sebagai belalang Atractomorpha crenulata yang memang merupakan jenis belalang yang populasinya mendominasi halaman belakang saat itu. Namun belalang jantannya yang berwarna coklat merupakan jenis belalang yang baru kali ini aku lihat ada di halaman belakang. Karena baru pertama kali melihat, aku jadi heran sendiri dan mengira telah terjadi percobaan perkawinan antar spesies belalang yang berbeda…hehehehe

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


b DSC00158-vert

Baik belalang jantan atau pun betina yang berwarna coklat sebenarnya bukanlah hal yang baru buatku karena aku sudah pernah melihat sebelumnya. Foto belalang jantan yang berwarna coklat pada gambar paling atas malah merupakan salah satu koleksi pertama dari foto-foto belalang hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i ya. Foto tersebut aku ambil di tepi jalan di dekat rumah adikku di Malang. Sementara foto belalang betina yang berwarna coklat yang berada dibagian bawah aku dapatkan saat aku berada di rumah mertuaku di Ponorogo, dan termasuk salah satu foto belalang betina berwarna coklat pertama yang aku punya.


b DSC02374-vert

Beberapa waktu kemudian, setelah sebelumnya melihat adanya belalang jantan berwarna coklat yang mencoba kawin dengan nimfa belalang betina berwarna hijau, akhirnya aku benar-benar menemukan pasangan belalang jantan dan betina dewasa dengan warna yang berbeda yang sedang kawin diantara dedaunan bayam kakap yang ada di halaman belakang. Dan yang membuatku senang sekali adalah ternyata di hari yang sama tersebut, aku menemukan ada 2 pasang belalang yang sedang kawin dimana setiap pasangnya mempunyai warna yang saling bertolak belakang antara belalang jantan dan betinanya…wow benar-benar hari yang hebat!!!! hehehe


aa IMG_5766-tile

Karena penasaran, aku pun mulai mencari-cari informasi melalui internet. Melalui seorang kenalah di FB, akhirnya aku mulai mendapat informasi yang benar mengenai masalah perbedaan warna pada pasangan belalang yang sedang kawin yang aku lihat sebelumnya itu. Ternyata walaupun mempunyai perbedaan warna, belalang-belalang yang aku lihat tersebut berasal dari jenis yang sama ya. Perbedaan warna itu terjadi katanya karena adanya Polimorfisme dimana polimorfisme adalah kemampuan untuk mempunyai 2 atau lebih bentuk (atau warna) yang berbeda dari satu spesies yang sama, yang terjadi pada habitat yang sama dan dalam kurun waktu yang bersamaan, dan tergolong dalam populasi panmiktik (perkawinan acak).


aa IMG_5474-tile

Adanya perbedaan warna pada belalang tersebut ternyata katanya dipengaruhi oleh suhu udara yang ada ya. Semakin tinggi suhu udara, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk terjadinya perubahan warna pada belalang dari hijau menjadi coklat pada generasi belalang yang tumbuh dan berkembang saat itu dimana frekuensi perubahan yang terjadi pada belalang betina ternyata lebih besar dibandingkan yang terjadi pada belalang jantan.


Referensi:

Baca selengkapnya »

25 April 2017

Nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina kawin

Koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i – Des 2010 dan September 2011


Setelah nimfa/anakan belalang berubah menjadi belalang dewasa, maka setelah itu belalang akan mulai mencari pasangan untuk kawin dan berkembang biak. Namun ada satu hal yang aku lihat pada belalang Atractomorpha crenulata yang ada di halaman belakang yang sampai sekarang masih membuatku bertanya-tanya apa penyebabnya, yaitu adanya belalang jantan yang mencoba atau kawin dengan nimfa belalang betina yang berada pada tahapan instar terakhir dimana tahapan instar merupakan tahapan kehidupan nimfa yang berada diantara proses ganti kulit satu dengan lainnya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)

Ketika pertama kali melihat hal tersebut, aku tidak menyadarinya. Saat itu aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha untuk mengawini seekor belalang betina. Namun sang belalang betina ternyata selalu berusaha untuk menghindar dan menolak perkawinan tersebut. Selain sepertinya berusaha untuk kabur dan juga mengusir sang belalang jantan yang sudah berada di punggungnya dengan cara menendang-nendangkan kaki belakangnya, sang belalang betina juga menekuk perutnya ke arah dalam untuk menjauhkan alat kelaminnya dari alat kelamin sang jantan.

Kerasnya usaha penolakan sang belalang betina itu untuk dikawini itu menarik perhatianku. Ketika aku amati lebih dekat lagi, barulah aku menyadari bahwa ternyata belalang betina itu bukanlah belalang yang sudah dewasa, tetapi masih merupakan nimfa belalang yang berada pada tahapan instar terakhir. Saat itu akhirnya sang jantan tidak berhasil mengawini sang betina


nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin

Beberapa waktu kemudian, menjelang malam tahun baru 2011, aku melihat lagi adanya usaha dari seekor belalang jantan untuk mengawini nimfa belalang betina. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya sang jantan berhasil juga mengawini sang nimfa tersebut ya, dan perkawinan itu ternyata berlangsung cukup lama sampai tengah malam dan memasuki awal tahun baru 2011.

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_3

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_2

Menjelang pergantian tahun dari 2010 ke 2011, seekor nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina, yang pada awalnya berusaha untuk menghindar dan menolak dikawini oleh seekor pejantan, akhirnya menyerah juga dan menerima ajakan kawin dari sang jantan. Namun aku tidak tahu apakah perkawinan seperti itu akan dapat menghasilkan keturunan?


nimfa belalang menolak kawin

Beberapa bulan kemudian, pada September 2011, seekor belalang jantan berwarna coklat terlihat sedang berusaha untuk mengawini seekor nimfa belalang betina berwarna hijau. Sayang, walau sudah berkali-kali mencoba, namun sang nimfa tidak mau dikawini. Sang nimfa selalu menekuk perutnya dan menendang-nendang sang jantan saat ia berada di punggungnya sampai akhirnya si jantan pun menyerah dan pergi meninggalkannya.

(baca : Polimorfisme, penyebab adanya perbedaan warna pada belalang)

Baca selengkapnya »

24 April 2017

Belalang Atractomorpha crenulata kawin – 2010

Koleksi foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape sony ericsson k800i pada November dan Desember 2010.


belalang Atractomorpha crenulata kawin_tampak belakang

Ternyata koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin yang paling lama yang masih tersimpan adalah 2 foto diatas ya. Entah kenapa kok cuma tampak belakang saja yang ada ya, aku sendiri sudah lupa alasannya kenapa memotret belalang Atractomorpha crenulata kawin tersebut cuma dari belakang saja ya hehehe.


belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan

Yang berikut adalah foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin diatas daun pegagan. Saat itu kebetulan banyak tumbuh tanaman pegagan yang memang sengaja ditanam di halaman belakang ya dimana bibitnya dibawa dari rumah Mama di Pasar Rebo.

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_2

Ini adalah kali pertama aku berhasil memetik daun tempat hinggap pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin tanpa membuat mereka melompat kabur ya..senangnya…

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_3

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_4


Koleksi yang terakhir dan paling menarik saat 2010 itu adalah belalang jantan yang kawin dengan belalang betina yag belum dewasa alias nimfa belalang betina.

Baca selengkapnya »

22 April 2017

Nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina ganti kulit

nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina ganti kulit

Setelah beberapa waktu sebelumnya berhasil memergoki seekor nimfa belalang Atractomorpha crenulata jantan yang berganti kulit, kali ini aku berhasil memergoki seekor nimfa belalang Atractomorpha crenulata betina yang sedang berganti kulit.


DSC09929

Walaupun tidak melihatnya dari sejak awal proses berganti kulit, tapi merasa cukup senang dapat melihatnya ya. Mudah-mudahan nanti aku bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa melihat proses belalang berganti kulit ini.

Baca selengkapnya »

15 April 2017

Nimfa Belalang Atractomorpha crenulata cacat

Jeprat jepret Sony Ericsson k800i – 4 Desember 2010

Saat baru tinggal di Jonggol bersama Papa yang saat itu masih hidup, di halaman belakang rumah di Jonggol yang saat itu kurang terurus, tumbuh beberapa pohon bayam kakap atau bayam tahun (Amaranthus hybridus). Karena ukurannya cukup besar, daun bayam kakap tersebut dapat diolah menjadi makanan ringan dengan diberi tepung dan digoreng.

Salah satu pohon bayam kakap tersebut pada akhirnya tumbuh besar dengan ukuran tinggi melebihi tinggi tubuhku yang katanya sekitar 165 cm saja. Di pohon bayam yang besar itulah saat itu banyak tinggal belalang Atractomorpha crenulata. Karena belalang jenis ini bukan merupakan pelompat yang baik, dan bila tidak ada ganggguan, mereka juga jarang berpindah tempat, maka aku pun jadi mudah mengamatinya setiap hari.

(baca : PRAKATA)


Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_1

Pada suatu hari aku melihat ada seekor anak belalang atau nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata yang mempunyai cacat pada bagian belakang perutnya.


Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_2

Nimfa belalang betina Atractomorpha crenulata cacat_3

Ternyata kecacatannya tersebut membuat kotorannya menjadi panjang. Biasanya kotoran belalang ini bentuknya kecil-kecil ya. Akhirnya terjawab sudah pertanyaanku beberapa hari sebelumnya ketika menemukan sisa-sisa kotoran belalang yang tampak tidak biasa karena bentuknya yang panjang-panjang. Rupanya nimfa belalang Atractomorpha crenulata cacat ini penyebabnya hehehe..

Baca selengkapnya »

07 April 2017

Panen pertama buah naga merah pertama

2IMG_0127-horz

Alhamdulillah…akhirnya bakal bunga buah naga yang menjadi bunga buah naga (Hylocereus sp.) itu pun berhasil menjadi buah. Walaupun ternyata ukuran buah naga-nya tidak terlalu besar, tetapi sudah membuat aku dan anak-anak menjadi sangat senang dan tidak sabar untuk menunggu buah naga tersebut matang.


2IMG_0178-horz

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, sang buah naga pun mulai matang. Setelah menanti beberapa hari sejak sang buah naga mulai memerah sampai ketika warna buah naga sudah terlihat merah semua, akhirnya waktu panen pertama buah naga pun tiba.

4IMG_0172

3IMG_0175


5IMG_0186

Akhirnya sang buah naga pertama itu pun di petik….senangnya… Walau di panen pertama ini cuma ada satu saja buah naga yang dipanen, tetapi mungkin ini yang terpenting dan penuh dengan emosi ya hehehe…maklum panen buah naga pertama dengan cuma satu-satunya buah naga yang pertama pula..


7IMG_0190-horz

Ternyata sang buah naga merah ini punya banyak manfaat untuk kesehatan ya, diantaranya sebagai berikut:

Manfaat buah naga merah untuk kesehatan
Buah naga merah ternyata dapat membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan beberapa jenis penyakit ya, dimana diantaranya adalah:

  • Buah naga merah membantu menyembuhkan penyakit kanker, kandungan vitamin kompleksnya, sudah direkomendasikan oleh dokter sebagai buah terapi penyembuhan kanker.
  • Mempercantik penampilan, dengan kandungan vitamin C nya yang tinggi, buah naga merah membantu menjaga kesehatan kulit, bahkan buah dan kulitnya juga bisa digunakan sebagai bahan lulur.
  • Karena rasa manis buah naga merah bukan berasal dari glukosa, maka buah naga merah juga bisa untuk membantu menyembuhkan penyakit diabetes.
  • Menjaga kesehatan dan stamina, dengan kandungan antioksidan dan vitaminnya.
  • Mencegah penyakit osteoporosis atau pengapuran tulang, karena buah naga merah mengandung banyak kalsium organik.
  • Mengandung vitamin B3 yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan untuk menyembuhkan penyakit batuk dan asma hingga dapat mengatasi tekanan darah tinggi.
  • Merawat kesehatan mata, karena beta-Karoten yang terkandung dalam buah naga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.
  • Menjaga kesehatan jantung, karena kandungan vitamin C, B1, B2, dan B3 yang terkandung dalam buah naga dapat menjaga kesehatan jantung.

6IMG_0195

Klasifikasi ilmiah Buah Naga
Kingdom Plantae
(unranked) Angiosperms
(unranked) Eudicots
(unranked) Core eudicots
Order Caryophyllales
Family Cactaceae
Genus Hylocereus
Species:

  • Hylocereus undatus, buah naga berwarna merah dengan daging buah putih.
  • Hylocereus polyrhizus, buah naga berwarna merah muda dengan daging buah merah.
  • Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah.

referensi
- https://en.wikipedia.org/wiki/Hylocereus_undatus
- https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga

Baca selengkapnya »