30 May 2017

Ketika Bapak pucung berebut cewek

adisderIMG_2444-horz

Ketika musim kawin untuk kepik Bapak pucung alias red cotton bug alias Dysdercus cingulatus tiba, dimana masa perkawinan tersebut cuma berlangsung antara 2-6 hari saja, dan kemudian bapak pucung betina akan mulai bertelur dalam 3-8 hari kemudian, ternyata bisa juga terjadi aksi rebutan cewek antar bapak pucung jantan ya.


IMG_2430-tile

Aksi mencoba merebut betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan saat aku sedang berada di rumah kakak iparku di daerah Prambangan, Gresik, Jatim. Saat itu di halaman samping rumah kakak iparku itu terdapat beberapa pohon Pulutan (Urena lobata) yang menjadi tempat tinggal gerombolan bapak pucung yang lumayan jumlahnya.

Suatu ketika, saat sedang asik memperhatikan para bapak pucung yang sedang kawin, tiba-tiba saja, entah darimana datangnya, tau-tau ada bapak pucung jantan yang terus saja mendekati pasangan bapak pucung yang sedang kawin dan kemudian berusaha untuk ikut mengawini sang betina yang saat itu sedang kawin.

Ketika sudah berusaha keras dan tidak berhasil, akhirnya sang bapak pucung pengganggu itupun menyerah dan pergi meninggalkan pasangan bapak pucung yang sedang kawin tersebut.


IMG_2238-tile

Ternyata usaha bapak pucung jantan untuk mencoba kawin dengan betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan beberapa kali ya pada beberapa pasangan bapak pucung yang sedang kawin lainnya. Namun tidak seperti yang terjadi pada belalang Atractomorpha crenulata ya dimana jika ada pasangan belalang yang sedang kawin dan tiba-tiba datang pejantan lain yang mencoba untuk mengawini sang betina yang sedang kawin maka sang jantan pertama akan berusaha untuk mengusir sang pejantan pengganggunya, pada bapak pucung hal tersebut tidak aku lihat ya. Pasangan bapak pucung yang sedang kawin sepertinya tidak merasa terganggu dengan kehadiran sang jantan lain tersebut. Dan memang setelah tidak berhasil untuk ikut kawin dengan sang betina, maka sang jantan penggangu tersebut pun akhirnya pergi dengan sendirinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


IMG_2382-tile

Baca selengkapnya »

Dysdercus cingulatus si Bapak pucung

aIMG_2021

Kingdom Animalia Linnaeus, 1758 – animals [2]
Phylum Arthropoda von Siebold, 1848 – arthropods [3]
Class Insecta Linnaeus, 1758 – insects [8]
Order Hemiptera Linnaeus, 1758 – true bugs [6]
Suborder Heteroptera Latreille, 1810 –  [7]
Family Pyrrhocoridae Dohrn, 1859 – red bugs, cotton stainers [9]
Genus Dysdercus Audinet-Serville, 1835 [4]
Species Dysdercus cingulatus (Fabricius, 1775) – Red Cotton Bug [5]

Nama Indon├ęsia: Bapak Pucung (Jawa) [1] [10]
Nama Inggris: Red Cotton Bug, Cotton Stainer Bug, Red Cotton Stainer, Red Seed Bug of Malvaceae [10]


aIMG_2363

Red cotton bug atau Bapak pucung (Dysdercus cingulatus) merupakan salah satu jenis serangga dari ordo Hemiptera atau bangsa kepik (true bugs) yang dapat ditemui antara lain di tanaman Pulutan (Urena lobata) yang tumbuh disekitar rumah di Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Walaupun sedang kawin, kepik betina tetap sibuk mencari makan dengan cara menghisap cairan tanaman inangnya ya.


aaIMG_2377-vert

Saat sedang kawin dan merasa ada ganguan, ternyata sang kepik betina sanggup membawa sang jantan, bukan hanya menyeret tetapi mengangkatnya dengan hanya bermodalkan alat kelaminnya ya..ckckckck hebat euy..


aIMG_7865

Bapak pucung ternyata merupakan hama ya, dimana baik serangga muda maupun dewasa menyerang tanaman dari keluarga Malvaceae (kapas, rosela, dan okra) dan keluarga Bombacaceae (kapuk randu). [1]


 

Referensi dan informasi lebih lanjut bisa lihat di:

  1. Pracaya, 2008, Hama & penyakit tanaman [Google books], (https://books.google.co.id/books?id=IHkTEjTjTkcC&lpg=PA63&ots=81-aFw5SS9&dq=keluarga+Pyrrhocoridae&pg=PA63&redir_esc=y&hl=en#v=onepage&q=keluarga%20Pyrrhocoridae&f=false, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  2. Wikipedia, 2017, Animal, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Animal, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  3. Wikiedia, 2017, Arthropod, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Arthropod, diakses tanggal 30 mei 2017)
  4. Wikipedia, 2017, Dysdercus, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Dysdercus, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  5. Wikipedia, 2017, Dysdercus cingluatus, [online] (https://en.wikipedia.org/wiki/Dysdercus_cingulatus, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  6. Wikipedia, 2017, Hemiptera, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Hemiptera, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  7. Wikipedia, 2017, Heteroptera, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Heteroptera, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  8. Wikipedia, 2017, Insect, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Insect, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  9. Wikipedia, 2017, Pyrrhocoridae, [online], (https://en.wikipedia.org/wiki/Pyrrhocoridae, diakses tanggal 30 Mei 2017)
  10. Wikipedia Jawa, 2017, Bapak pucung, [online], (https://jv.wikipedia.org/wiki/Bapak_pucung, diakses tanggal 30 Mei 2017)
Baca selengkapnya »

30 April 2017

Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya

Jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i pada 5 Desember 2011 di halaman belakang rumah di Jonggol (Bogor, Jawa Barat)


a aa DSC02852

Saat perkawinan belalang Atractomorpha crenulata sedang berlangsung, kadang ada saja belalang jantan lain yang diam-diam datang dan kemudian berusaha untuk merebut sang belalang betina yang sedang kawin tersebut. Seringkali usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin tersebut gagal dan sang belalang jantan pengganggu dapat diusir pergi. Jika pun belalang betina yang sedang kawin itu pada akhirnya dapat direbut, namun hal itu bukan berarti sang belalang jantan kedua dapat langsung mengawininya. Seringkali sang belalang betina juga menolak dan mengusirnya dengan tendangan kakinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dan gangguannya)


a aa DSC02847b-vert

Dari beberapa kali peristiwa perebutan belalang betina yang sedang kawin yang pernah aku saksikan di halaman belakang rumah di Jonggol, cuma sekali saja aku lihat ada belalang jantan kedua yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dengan belalang jantan pertama dan kemudian berhasil juga mengawini belalang betina tersebut. Dan aku beruntung bisa mengabadikan momet menarik tersebut dengan kamera hape sony ericsson k800i-ku ya.

(baca : Rebutan belalang betina yang sedang kawin)


a aa DSC02864-vert

Peristiwanya terjadi pada suatu siang dimana saat itu ada sepasang belalang Atractomorpha crennulata yang sedang kawin didaun bayam kakap yang ada di halaman belakang. Disaat itulah, diam-diam ada seekor belalang jantan lain yang mendekati mereka. Tidak seperti yang lainnya yang biasanya datang dari arah belakang, kali ini sang jantan kedua datang dari arah depan. Ketika sang jantan kedua melompat ke punggung sang betina dari arah depan, sang jantan pertama pun tidak dapat menendangnya dengan kaki belakang. Setelah berusaha saling mengusir, beberapa waktu kemudian kedua jantan tersebut terlihat saling diam. Sepertinya mereka saling mengintimidasi satu sama lain ya. Akhirnya sang jantan pertama sepertinya mengakui keunggulan sang jantan kedua sehingga kemudian ia melompat pergi dengan sendirinya.


a aa DSC02897-horz-vert

Setelah itu, ternyata sang belalang jantan kedua tidak langsung berusaha untuk mengawini sang betina yang berhasil direbutnya seperti yang pernah aku lihat sebelumnya. Sepertinya sang belalang jantan kedua ini cukup berpengalaman. Ia ternyata malah menempelkan dan menggesekan bagian belakang tubuhnya ke kepala sang betina terlebih dahulu. Mungkin ini untuk merayu si betina ya. Setelah mendapat respon yang baik dari sang betina, akhirnya sang belalang jantan kedua pun berhasil mengawini sang betina tanpa adanya perlawanan. Ini merupakan kali pertama aku melihat keberhasilan perkawinan belalang Atractomorpha crenulata dari usaha perebutan belalang betina yang sedang kawin.

Baca selengkapnya »

29 April 2017

Rebutan belalang betina yang sedang kawin

DSC00448-tile

Ternyata dalam dunia belalang Atractomorpha crenulata ada juga yang namanya cinta segitiga ya. Ketika pertama kali melihat, aku kaget sendiri ketika sedang memperhatikan pasangan belalang yang sedang kawin, tiba-tiba saja ada belalang jantan lain didekatnya yang melompat ke arah pasangan belalang yang sedang kawin tersebut. Peristiwa berikutnya terjadi begitu cepat ya dan tahu-tahu sang belalang jantan yang tiba-tiba melompat tadi lalu tiba-tiba kembali melompat lagi menjauh karena ditendang oleh sang belalang jantan yang sedang kawin itu.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


a DSC06411-tile

Sejak itu, setiap kali melihat ada pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin di halaman belakang rumah, aku juga lalu memperhatikan ke sekitar tempat pasangan belalang kawin tersebut untuk mengetahui apakah ada belalang jantan lain atau tidak disekitar mereka agar aku bisa bersiap-siap untuk memotretnya jika terjadi lagi peristiwa yang menarik tersebut.


a IMG_8807-tile

Dalam beberapa kali kesempatan yang aku dapat, jarang sekali aku melihat ada belalang jantan pengganggu yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin. Biasanya belalang jantan pengganggu itu dengan mudah bisa ditendang dan diusir oleh sang belalang jantan pertama yang sedang kawin atau sedang menjaga betina yang telah dikawininya itu.


c IMG_9422-tile

Jika pun belalang pengganggu berhasil mengusir pergi belalang jantan yang sedang kawin dan merebut betinanya, belum tentu ia dapat mengawini si betina dengan mudah. Sepertinya sang belalang betina tidak mudah untuk bisa menerima adanya belalang jantan lain yang tiba-tiba ingin menggantikan posisi pasangannya sebelumnya. Sang betina akan berusaha untuk mengusir sang jantan pengganggu dari punggungnya dengan tendangan-tendangan kakinya.

Cuma sekali saja aku pernah melihat ada belalang jantan yang berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan akhirnya bisa mengawininya. (Baca : Berhasil merebut belalang betina yang sedang kawin dan kemudian mengawininya.)


b IMG_3408-tile

Kadang tidak cuma satu saja belalang jantan yang datang mendekat dan berusaha untuk merebut belalang betina yang sedang kawin. Kadang para jantan itu datang bergantian, namun tidak jarang pula mereka datang berbarengan.

Baca selengkapnya »

27 April 2017

Polimorfisme pada belalang Atractomorpha crenulata

a DSC02151-horz

Pada suatu sore, menjelang akhir musim panas yang cukup panjang di tahun 2011, ketika sedang melihat-lihat halaman belakang rumah di Jonggol, aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha kawin dengan salah satu nimfa/anakan belalang betina di salah satu daun tanaman yang ada di halaman belakang tersebut. Sebenarnya melihat ada belalang jantan yang sedang berusaha mengawini seekor nimfa betina adalah sesuatu hal yang menurutku cukup menarik karena itu merupakan hal yang tidak biasa dan jarang sekali aku bisa melihatnya. Tetapi yang membuatku heran dan tercengang saat itu adalah ternyata antara belalang jantan dan betinanya mempunyai warna yang berbeda !!! Nimfa belalang betinanya yang berwarna hijau aku kenali sebagai belalang Atractomorpha crenulata yang memang merupakan jenis belalang yang populasinya mendominasi halaman belakang saat itu. Namun belalang jantannya yang berwarna coklat merupakan jenis belalang yang baru kali ini aku lihat ada di halaman belakang. Karena baru pertama kali melihat, aku jadi heran sendiri dan mengira telah terjadi percobaan perkawinan antar spesies belalang yang berbeda…hehehehe

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


b DSC00158-vert

Baik belalang jantan atau pun betina yang berwarna coklat sebenarnya bukanlah hal yang baru buatku karena aku sudah pernah melihat sebelumnya. Foto belalang jantan yang berwarna coklat pada gambar paling atas malah merupakan salah satu koleksi pertama dari foto-foto belalang hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i ya. Foto tersebut aku ambil di tepi jalan di dekat rumah adikku di Malang. Sementara foto belalang betina yang berwarna coklat yang berada dibagian bawah aku dapatkan saat aku berada di rumah mertuaku di Ponorogo, dan termasuk salah satu foto belalang betina berwarna coklat pertama yang aku punya.


b DSC02374-vert

Beberapa waktu kemudian, setelah sebelumnya melihat adanya belalang jantan berwarna coklat yang mencoba kawin dengan nimfa belalang betina berwarna hijau, akhirnya aku benar-benar menemukan pasangan belalang jantan dan betina dewasa dengan warna yang berbeda yang sedang kawin diantara dedaunan bayam kakap yang ada di halaman belakang. Dan yang membuatku senang sekali adalah ternyata di hari yang sama tersebut, aku menemukan ada 2 pasang belalang yang sedang kawin dimana setiap pasangnya mempunyai warna yang saling bertolak belakang antara belalang jantan dan betinanya…wow benar-benar hari yang hebat!!!! hehehe


aa IMG_5766-tile

Karena penasaran, aku pun mulai mencari-cari informasi melalui internet. Melalui seorang kenalah di FB, akhirnya aku mulai mendapat informasi yang benar mengenai masalah perbedaan warna pada pasangan belalang yang sedang kawin yang aku lihat sebelumnya itu. Ternyata walaupun mempunyai perbedaan warna, belalang-belalang yang aku lihat tersebut berasal dari jenis yang sama ya. Perbedaan warna itu terjadi katanya karena adanya Polimorfisme dimana polimorfisme adalah kemampuan untuk mempunyai 2 atau lebih bentuk (atau warna) yang berbeda dari satu spesies yang sama, yang terjadi pada habitat yang sama dan dalam kurun waktu yang bersamaan, dan tergolong dalam populasi panmiktik (perkawinan acak).


aa IMG_5474-tile

Adanya perbedaan warna pada belalang tersebut ternyata katanya dipengaruhi oleh suhu udara yang ada ya. Semakin tinggi suhu udara, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk terjadinya perubahan warna pada belalang dari hijau menjadi coklat pada generasi belalang yang tumbuh dan berkembang saat itu dimana frekuensi perubahan yang terjadi pada belalang betina ternyata lebih besar dibandingkan yang terjadi pada belalang jantan.


Referensi:

Baca selengkapnya »

25 April 2017

Nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina kawin

Koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape Sony Ericsson k800i – Des 2010 dan September 2011


Setelah nimfa/anakan belalang berubah menjadi belalang dewasa, maka setelah itu belalang akan mulai mencari pasangan untuk kawin dan berkembang biak. Namun ada satu hal yang aku lihat pada belalang Atractomorpha crenulata yang ada di halaman belakang yang sampai sekarang masih membuatku bertanya-tanya apa penyebabnya, yaitu adanya belalang jantan yang mencoba atau kawin dengan nimfa belalang betina yang berada pada tahapan instar terakhir dimana tahapan instar merupakan tahapan kehidupan nimfa yang berada diantara proses ganti kulit satu dengan lainnya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)

Ketika pertama kali melihat hal tersebut, aku tidak menyadarinya. Saat itu aku melihat ada seekor belalang jantan yang sedang berusaha untuk mengawini seekor belalang betina. Namun sang belalang betina ternyata selalu berusaha untuk menghindar dan menolak perkawinan tersebut. Selain sepertinya berusaha untuk kabur dan juga mengusir sang belalang jantan yang sudah berada di punggungnya dengan cara menendang-nendangkan kaki belakangnya, sang belalang betina juga menekuk perutnya ke arah dalam untuk menjauhkan alat kelaminnya dari alat kelamin sang jantan.

Kerasnya usaha penolakan sang belalang betina itu untuk dikawini itu menarik perhatianku. Ketika aku amati lebih dekat lagi, barulah aku menyadari bahwa ternyata belalang betina itu bukanlah belalang yang sudah dewasa, tetapi masih merupakan nimfa belalang yang berada pada tahapan instar terakhir. Saat itu akhirnya sang jantan tidak berhasil mengawini sang betina


nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin

Beberapa waktu kemudian, menjelang malam tahun baru 2011, aku melihat lagi adanya usaha dari seekor belalang jantan untuk mengawini nimfa belalang betina. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya sang jantan berhasil juga mengawini sang nimfa tersebut ya, dan perkawinan itu ternyata berlangsung cukup lama sampai tengah malam dan memasuki awal tahun baru 2011.

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_3

nimfa belalang Atractomorpha screnulata kawin_2

Menjelang pergantian tahun dari 2010 ke 2011, seekor nimfa/anakan belalang Atractomorpha crenulata betina, yang pada awalnya berusaha untuk menghindar dan menolak dikawini oleh seekor pejantan, akhirnya menyerah juga dan menerima ajakan kawin dari sang jantan. Namun aku tidak tahu apakah perkawinan seperti itu akan dapat menghasilkan keturunan?


nimfa belalang menolak kawin

Beberapa bulan kemudian, pada September 2011, seekor belalang jantan berwarna coklat terlihat sedang berusaha untuk mengawini seekor nimfa belalang betina berwarna hijau. Sayang, walau sudah berkali-kali mencoba, namun sang nimfa tidak mau dikawini. Sang nimfa selalu menekuk perutnya dan menendang-nendang sang jantan saat ia berada di punggungnya sampai akhirnya si jantan pun menyerah dan pergi meninggalkannya.

(baca : Polimorfisme, penyebab adanya perbedaan warna pada belalang)

Baca selengkapnya »

24 April 2017

Belalang Atractomorpha crenulata kawin – 2010

Koleksi foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin hasil jeprat jepret kamera hape sony ericsson k800i pada November dan Desember 2010.


belalang Atractomorpha crenulata kawin_tampak belakang

Ternyata koleksi foto belalang Atractomorpha crenulata kawin yang paling lama yang masih tersimpan adalah 2 foto diatas ya. Entah kenapa kok cuma tampak belakang saja yang ada ya, aku sendiri sudah lupa alasannya kenapa memotret belalang Atractomorpha crenulata kawin tersebut cuma dari belakang saja ya hehehe.


belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan

Yang berikut adalah foto-foto belalang Atractomorpha crenulata kawin diatas daun pegagan. Saat itu kebetulan banyak tumbuh tanaman pegagan yang memang sengaja ditanam di halaman belakang ya dimana bibitnya dibawa dari rumah Mama di Pasar Rebo.

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_2

Ini adalah kali pertama aku berhasil memetik daun tempat hinggap pasangan belalang Atractomorpha crenulata yang sedang kawin tanpa membuat mereka melompat kabur ya..senangnya…

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_3

belalang Atractomorpha crenulata kawin di daun pegagan_4


Koleksi yang terakhir dan paling menarik saat 2010 itu adalah belalang jantan yang kawin dengan belalang betina yag belum dewasa alias nimfa belalang betina.

Baca selengkapnya »