20 September 2017

Melati Air - Echinodorus palifolius

melati air 01

Melati air merupakan salah satu tanaman favoritku untuk ditanam/ditaruh di akuarium atau kolam. Pertumbuhannya cukup cepat dan perawatannya juga sangat mudah. Selama tanaman ini cukup mendapat air, maka ia akan terus tumbuh. Tanaman ini juga sepertinya tidak bermasalah jika harus diletakan di tempat yang cukup teduh ya.

melati air 02

Karena pertumbuhannya yang cukup cepat itu, dan karena ditanamnya tanpa tanah di dalam sepotong pipa yang dialiri air dari kolam (biar bisa jadi filter kolam maksudnya sih), maka kadang aku harus memangkas akar-akarnya agar tidak menyumbat aliran air yang ada.

melati air 03

Bunga-bunga tanaman melati air ini juga cukup cantik ketika bermekaran. Walau hanya bertahan sehari saja, tetapi karena bermekarannya secara bergantian dan jumlah bunganya cukup banyak, maka kita dapat menikmati keindahan bunganya selama beberapa waktu ya.

melati air 04

Klasifikasi ilmiah tanaman melati air
Kingdom Plantae
Clade Angiosperms
Clade Monocots
Order Alismatales
Family Alismataceae
Genus Echinodorus
Species Echinodorus palifolius

Nama Inggris Mexican sword plant


 

referensi dan info lebih lanjut bisa lihat di:

Baca selengkapnya »

15 September 2017

Bunga dan buah tanaman kapas – Gossypium sp.

bunga kapas

Beberapa waktu lalu, mamanya dai dan yas menanam sejenis pohon kapas (Gossypium sp.) yang bibitnya dibawa dari kampungnya di Ponorogo, Jawa Timur. Pohonnya yang awalnya ditanam di dalam polibag itu lama kelamaan tumbuh semakin besar apalagi setelah akarnya menembus polibag dan masuk ke dalam tanah.
Setelah beberapa waktu kemudian, pohon kapas itu pun akhirnya mulai berbunga dan ternyata cantik juga bunga-bunga pohon kapas tersebut ya.


 

buah kapas

Beberapa waktu kemudian, setelah berbunga, akhirnya buah-buah pohon kapas pun mulai bermunculan. Buah pohon kapas ini sepintas mirip dengan buah kapuk ya


 

daun pohon kapas dan hamanya

Salah satu hama pohon kapas ini ternyata adalah belalang kayu ya. Beberapa ekor nimfa belalang kayu sempat datang dan tinggal di pohon kapas tersebut sampai akhirnya menjadi belalang kayu dewasa.

Tapi karena ternyata pohon kapas ini terus tumbuh tinggi dan besar dan membuat halaman belakang yang tidak seberapa luasnya itu menjadi terasa semakin sempit, akhirnya pohon kapas itu pun di tebang ya.


 

referensi:

Baca selengkapnya »

03 September 2017

Erionota thrax thrax, kupu-kupu skipper penghisap madu bunga pisang

pohon pisangSenangnya ketika akhirnya pohon pisang yang ditanam di halaman belakang mulai berbunga. Anakan pohon pisang ini merupakan pemberian dari mertuaku beberapa waktu sebelumnya ketika aku berkunjung ke rumahnya.


 

Erionota thrax thrax_3Hal lain yang juga membuatku senang adalah adanya kesempatan untuk bisa memotret kupu-kupu skipper Erionota thrax thrax saat sedang mencari madu di bunga pisang. Kupu-kupu skipper Erionota thrax thrax ini sudah seringkali masuk ke dalam rumah saat malam hari ya, karena kebetulan di belakang rumah banyak tumbuh tanaman pohon pisang.


 

Erionota thrax thrax_4Kupu-kupu skipper Erionota thrax thrax ini ternyata aktif di sore dan pagi hari ya, walau aku sendiri lebih sering melihatnya saat pagi hari ketika mereka sedang berterbangan di sekitar tanaman pisang yang sedang mulai berbunga.


 

telur_1-vertSetelah kawin pada sore atau pagi hari, kupu-kupu skipper Erionota thrax thrax akan mulai bertelur pada malam hari pada lembar daun pisang yang masih utuh dimana telur akan diletakkan berkelompok sebanyak ± 25 butir.


 

referensi:

Baca selengkapnya »

19 July 2017

Ulat yang 'bermain gelembung' – Psilogramma sp.

Hal pertama yang terungkap

Psilogramma sp 05

Beberapa hari setelah identitas ulat penggali tanah terungkap, aku mendapatkan lagi 2 ekor ulat Psilogramma sp. dari pohon kenanga (Cananga odorata) yang sama yang tumbuh di depan rumah tetangga di seberang jalan.

Setelah mengambil beberapa fotonya dan kemudian melihatnya kembali, tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Ternyata proses perubahan warna ulat dari hijau menjadi coklat itu sebenarnya sudah dimulai lebih awal dari yang aku kira semula.

Dengan membandingkan foto-foto ulat yang aku ambil saat sore dan malam hari, akhirnya aku menyimpulkan bahwa proses perubahan warna ulat tersebut sebenarnya dimulai dari ekornya terlebih dahulu yang berubah dari putih menjadi coklat.

Pada foto diatas, yang sebelah kiri menunjukan ulat yang sama namun dengan warna ekor yang berbeda saat sore dan malam hari. Sedangkan foto yang sebelah kanan juga menunjukan ulat yang sama dimana pada sore harinya warna ekornya sudah coklat, dan pada malam harinya ia pun ternyata mulai berubah warna lebih awal dibandingkan dengan ulat yang ada pada foto yang sebelah kiri.


Hal lain yang juga terungkap

Psilogramma sp 06

Ketika melihat sang ulat sudah mulai berubah warna menjadi kecoklatan, aku pun segera menyiapkan wadah berisi tanah untuk tempat sang ulat nanti bersembunyi sebelum menjadi kepompong. Namun ternyata ada hal lain yang kemudian terjadi sebelum sang ulat turun ke tanah ya.

Setelah kenyang dan berhenti makan, sang ulat pun mulai mencari tempat untuk mulai berdiam diri. Awalnya aku mengira sang ulat akan berdiam diri sampai menjelang pagi sebelum akhirnya turun ke tanah. Ternyata setelah beberapa menit berdiam diri, perlahan-lahan sang ulat mulai kembali bergerak dan melakukan sesuatu yang aneh. Ia seperti sedang menggigiti tubuhnya sendiri. Setelah aku perhatikan lebih dekat lagi, ternyata sang ulat mulai mengeluarkan semacam cairan dari mulutnya dan mulai membasahi tubuhnya dengan cairan tersebut.

Beberapa saat kemudian sang ulat pun kembali berdiam diri selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai membasahi tubuhnya lagi pada sisi yang berbeda. Hal tersebut dilakukannya selama beberapa kali sampai seluruh tubuhnya terbasuh oleh cairan yang keluar dari mulutnya tersebut.


Ulat 'bermain gelembung'

Psilogramma sp 07

Karena sepertinya banyak cairan yang keluar dari mulutnya saat sang ulat sedang membasuh tubuhnya itu, akhirnya sempat terlihat, selama beberapa waktu, sepertinya sang ulat sedang 'bermain dengan gelembung' cairan yang keluar dari mulutnya tersebut ya. Setelah seluruh tubuhnya basah oleh cairan yang keluar dari mulutnya itu, sang ulat pun akhirnya kembali berdiam diri dan kali ini untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ia turun ke tanah dan bersembunyi di dalamnya sebelum akhirnya nanti menjadi kepompong. Sayangnya karena sampai dini hari aku masih terjaga untuk memperhatikan ulat tersebut, akhirnya aku malah bangun kesiangan dan tidak tahu lagi ke mana sang ulat akhirnya pergi dan bersembunyi… Sad smile

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

18 July 2017

Akhirnya identitas ulat penggali tanah terungkap – Psilogramma sp.

Ulat di pohon kenanga

Psilogramma sp 01

Setelah pertemuan pertama dengan ulat coklat yang dibawa oleh seorang teman yang kemudian ternyata menggali tanah dan akhirnya menjadi kepompong didalam tanah, setahun kemudian barulah aku mengetahui bahwa sesungguhnya ulat tersebut pada awalnya berwarna hijau dan merupakan ulat yang memakan daun pohon kenangga (Cananga odorata).

Awalnya, pada suatu sore, ada tetangga diseberang jalan yang memberitahukan bahwa ada ulat di pohon kenanga yang ada di depan rumahnya. Akhirnya ulat tersebut pun aku bawa pulang ke rumah untuk aku perlihatkan pada anak-anakku yang kebetulan saat itu sedang senang bermain dengan ulat-ulat.


Identitas ulat yang terungkap tanpa sengaja

Psilogramma sp 02

Esok paginya, setelah subuh, saat aku akan mulai berbenah untuk persiapan membuka warung, tanpa sengaja aku melihat ulat tersebut, yang saat itu sudah berubah warna, sedang berusaha untuk turun dari dahan tempatnya berdiam semalam.

Melihat hal itu, dan karena sudah pernah mengetahui apa yang akan dilakukan sang ulat selanjutnya, maka segera saja aku mencari wadah kosong yang segera aku isi dengan tanah dan kemudian meletakannya persis dibawah sang ulat yang sedang bergelantungan tersebut.

(lihat : Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.)

Perlahan-lahan aku pun mendekatkan sang ulat dengan wadah berisi tanah tersebut. Ketika akhirnya sang ulat sudah turun dan berada diatas tanah, maka segera saja ia mulai menggali dan masuk ke dalamnya.


Persiapan menjadi kepompong

Psilogramma sp 03

Karena kesibukan di warung, aku sempat melupakan keberadaan ulat yang sedang bersembunyi didalam wadah berisi tanah tersebut. Esok malamnya, menjelang tidur malam, barulah aku teringat dan kemudian mencoba untuk mencari tahu apakah sang ulat sudah berubah menjadi kepompong. Aku pun kemudian menggali dengan hati-hati tanah yang menutupinya dan menemukan bahwa ternyata ulat tersebut belum juga berubah menjadi kepompong walau sudah lebih dari 1 hari penuh ia bersembunyi di dalam tanah.


Akhirnya menjadi kepompong

Psilogramma sp 04

Esoknya kembali aku melupakan keberadaan ulat tersebut dan baru kembali ingat dan memeriksanya pada sore keesokan harinya lagi. Ternyata ulat tersebut saat itu sudah berubah menjadi kepompong dengan 'belalai' di ujungnya ya.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

14 July 2017

Perkenalan pertama dengan Psilogramma sp.

Ulat yang mengali tanah

ulat Psilogramma sp

Pada suatu pagi, ada seorang teman yang datang membawa seekor ulat berwarna coklat yang ditemukannya di tepi jalan. Karena kemudian ada yang datang berbelanja di warung, akhirnya ulat tersebut pun aku letakan dulu di atas tanah lalu aku tinggalkan.

Beberapa waktu kemudian, setelah urusan di warung selesai, aku tidak melihat lagi ulat coklat tersebut dimanapun. Awalnya aku mengira kalau ulat tersebut sudah memanjat ke salah satu tanaman yang ada disekitarnya. Namun setelah dicari-cari tetap saja aku tidak dapat menemukannya.

Ketika aku memperhatikan lagi ke tempat terakhir aku meletakan ulat tersebut, tiba-tiba saja terbersit pikiran bahwa jangan-jangan ulat tersebut bersembunyi di dalam tanah. Kebetulan tanah tempat dimana aku meletakan ulat itu terakhir kalinya, beberapa waktu sebelumnya baru saja aku gemburkan, aku gali-gali sedikit tanahnya karena saat itu ada rencana untuk menanam sesuatu ya.

Akhirnya dengan hati-hati aku pun mulai menyingkirkan sedikit demi sedikit tanah yang ada. Dan ternyata benar saja, aku menemukan ulat tersebut di dalamnya. Ketika kemudian aku letakan kembali ulat tersebut diatas tanah, ternyata ia pun mulai mengali dan masuk lagi ke dalamnya. Akhirnya aku pun mengambil toples bekas tempat sosis sonice, mengisinya dengan tanah dan kemudian meletakan ulat tersebut diatasnya. Segera saja ulat tersebut mulai menggali dan masuk kembali ke dalam tanah yang ada di dalam toples tersebut. Mau apa dia didalam tanah ya??????


Kepompong dengan "belalai"

kepompong Psilogramma sp

Beberapa hari kemudian, aku baru teringat lagi akan keberadaan toples berisi tanah dengan ulat didalamnya tersebut. Karena penasaran ingin tahu apa yang telah terjadi, aku pun mulai membongkar tanah di dalam toples tersebut dengan hati-hati. Dan apa yang aku temukan didalamnya membuatku tercengang keheranan! Ada kepompong dengan bentuk yang sedikit aneh karena ada semacam "belalai" diujungnya! Ini kali pertama aku melihat kepompong seperti itu ya. Benar-benar sesuatu yang menakjubkan buatku saat itu ya hehehe


Ngengat yang cacat

Psilogramma sp baru menetas

Sekitar 2 minggu kemudian, pada malam hari, akhirnya seekor ngengat pun menetas dari kepompong aneh tersebut. Sayang kondisinya tidak sempurna. Salah satu sayapnya ada yang tidak dapat terkembang dengan sempurna. Mungkin hal ini disebabkan karena kempompong tersebut sempat dipatuk ayam sebelumnya ya. Saat itu aku sedang terburu-buru karena sesuatu hal sehingga akhirnya meletakan kepompong yang sedang aku pegang saat itu ke dalam sebuah pot tanaman. Ternyata tidak lama kemudian ada seekor ayam yang datang dan melihatnya. Ayam tersebut pun mematuknya. Untung saja saat itu aku melihatnya sehingga dapat menyelamatkan kepompong tersebut dari sang ayam.


Psilogramma sp

Ternyata ngengat tersebut berasal dari jenis Psilogramma sp.

(lihat : Dokumentasi saat ulat menjelang dan sesudah menjadi kepompong, dan saat ngengat menjelang dan sesudah menetas.)

Baca selengkapnya »

30 May 2017

Ketika Bapak pucung berebut cewek

adisderIMG_2444-horz

Ketika musim kawin untuk kepik Bapak pucung alias red cotton bug alias Dysdercus cingulatus tiba, dimana masa perkawinan tersebut cuma berlangsung antara 2-6 hari saja, dan kemudian bapak pucung betina akan mulai bertelur dalam 3-8 hari kemudian, ternyata bisa juga terjadi aksi rebutan cewek antar bapak pucung jantan ya.


IMG_2430-tile

Aksi mencoba merebut betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan saat aku sedang berada di rumah kakak iparku di daerah Prambangan, Gresik, Jatim. Saat itu di halaman samping rumah kakak iparku itu terdapat beberapa pohon Pulutan (Urena lobata) yang menjadi tempat tinggal gerombolan bapak pucung yang lumayan jumlahnya.

Suatu ketika, saat sedang asik memperhatikan para bapak pucung yang sedang kawin, tiba-tiba saja, entah darimana datangnya, tau-tau ada bapak pucung jantan yang terus saja mendekati pasangan bapak pucung yang sedang kawin dan kemudian berusaha untuk ikut mengawini sang betina yang saat itu sedang kawin.

Ketika sudah berusaha keras dan tidak berhasil, akhirnya sang bapak pucung pengganggu itupun menyerah dan pergi meninggalkan pasangan bapak pucung yang sedang kawin tersebut.


IMG_2238-tile

Ternyata usaha bapak pucung jantan untuk mencoba kawin dengan betina yang sedang kawin itu sempat aku saksikan beberapa kali ya pada beberapa pasangan bapak pucung yang sedang kawin lainnya. Namun tidak seperti yang terjadi pada belalang Atractomorpha crenulata ya dimana jika ada pasangan belalang yang sedang kawin dan tiba-tiba datang pejantan lain yang mencoba untuk mengawini sang betina yang sedang kawin maka sang jantan pertama akan berusaha untuk mengusir sang pejantan pengganggunya, pada bapak pucung hal tersebut tidak aku lihat ya. Pasangan bapak pucung yang sedang kawin sepertinya tidak merasa terganggu dengan kehadiran sang jantan lain tersebut. Dan memang setelah tidak berhasil untuk ikut kawin dengan sang betina, maka sang jantan penggangu tersebut pun akhirnya pergi dengan sendirinya.

(baca : Perkawinan belalang Atractomorpha crenulata)


IMG_2382-tile

Baca selengkapnya »