29 January 2013

Proses Capung Kawin

anatomi capung dewasa

Capung atau capung jarum jantan mempunyai 2 alat kelamin, yaitu alat kelamin primer terletak diujung perutnya dan digunakan untuk memproduksi sperma, dan alat kelamin sekunder (hamulus) yang terletak perut bagian atas, di dekat thorax, dan digunakan untuk menampung sperma dari alat kelamin primernya.

Ketika telah dewasa sepenuhnya, capung atau capung jarum jantan akan mencari dan menetapkan suatu wilayah dalam kekuasaanya dimana ia akan mengusir pejantan lain yang datang. Di wilayah kekuasaannya ini ia akan mulai memproduksi sperma, yang disebut spermatophores, pada alat kelamin yang ada di ujung perutnya.

anatomi capungAnatomi tubuh capung dewasa

Ada satu hal yang cukup unik sebelum capung jantan mencari capung betina dan kawin. Capung jantan harus memindahkan spermanya tersebut dari alat kelamin primer yang memproduksinya (terletak di segmen 9, pada ujung perutnya) ke hamulus, alat kelamin sekunder yang terletak pada segmen 2 dan 3, di bawah perutnya. Di segmen ini terdapat sebuah penampungan sperma dan penis. Capung jantan melakukan pemindahan ini sendiri sebelum melakukan perkawinan dengan capung betina.

alat kelamin prime dan sekunder pada capungAlat kelamin capung Pantala hymenaea jantan.

Ketika penampungan spermanya telah penuh, capung jantan akan menunggu capung betina datang dan masuk ke wilayahnya. Ia akan menghadangnya saat terbang, bahkan seringkali terbang diam tepat di depan capung betina.

Capung jantan lalu pertama kali akan memegang capung betina dengan kakinya, kemudian mengaitkan pengait yang ada di ujung perutnya ke belakang kepala capung betina. Setiap pengait pada capung jantan hanya sesuai dengan kepala capung betina dari spesiesnya sendiri.

capung jantan mengaitkan kepala capung betinaCapung Orthetrum testaceum testaceum jantan mengaitkan claspers-nya pada bagian belakang capung betina.

Setelah capung jantan dapat mengaitkan seekor capung betina, mereka akan terbang bersama untuk beberapa saat. Biasanya capung jantan yang terbang sambil membawa capung betina yang diam saja (posisi terbang “tandem”). Setelah beberapa saat, capung betina akan mengaitkan alat kelaminnya (yang juga terletak di segmen 9 di ujung perutnya) ke alat kelamin sekunder capung jantan, dimana terdapat penis dan tempat penyimpanan sperma, untuk mengambil simpanan sperma capung jantan. Capung jantan akan menahan capung betina di kepalanya dengan pengaitnya, dan capung betina akan memegang perut capung jantan dengan kaki-kakinya. Mereka dapat terbang dalam posisi ini, meskipun lambat dan canggung, dengan capung jantan yang menarik capung betina.

capung terbang tandemCapung amber-winged glider (hydrobasileus croceus) melakukan terbang “tandem”.

capung Anax junius kawinCapung green darner (Anax junius) sedang berada dalam “wheel formation”, capung jantan berada di sebelah kanan.

capung kawin dan terbang -Pantala_flavescensCapung wandering glider (Pantala flavescens) sedang terbang dalam “wheel formation”.

Selama proses ini, yang di sebut dengan “wheel formation”, kedua capung membentuk sebuah lingkaran atau bentuk hati. Mereka dapat berada dalam posisi ini sampai 15 menit lamanya sebelum capung betina melepaskan alat kelaminya dan kembali ke posisi “tandem”. Ordo odonata merupakan satu-satunya serangga yang kawin dalam bentuk “wheel formation” ini.

capung Southern Hawker kawinSepasang capung Southern Hawker (Aeshna cyanea) berada dalam posisi “wheel formation” pada sebuah ranting. Setelah capung betina mendapatkan cukup sperma dari capung jantan, ia melepaskan alat kelaminnya dan berada dalam posisi “tandem”. Beberapa menit kemudian capung betina memisahkan diri dan terbang menjauh. Beberapa menit setelah itu baru capung jantan itu pun ikut terbang menjauh.

Setelah kawin, pada beberapa spesies, capung jantan akan tetap memegang capung betina dan mereka terbang “tandem” sambil capung betina melepaskan telurnya ke air, atau mereka hinggap didekat permukaan air dan capung betina akan meletakan telurnya pada tanaman, atau ranting tanaman yang berada di dalam air. Pada spesies lain, capung jantan akan melepaskan capung betina, tetapi tetap menjaganya dari capung jantan lain yang mungkin akan mencoba untuk mengawininya ketika capung betina akan bertelur. Kadangkala capung betina bertelur sendirian saja.

capung kawin dan meletakan telur sambil terbang tandemCapung terbang “tandem” dengan betina yang sedang melepaskan telurnya ke dalam air.

capung anax junius kawin dan bertelurCapung common green darner (Anax junius) sedang bertelur dalam posisi “tandem” (atas), kadang capung betina bertelur sendirian saja (bawah).

capung bertelur sambil terbangAda juga capung betina yang bertelur sambil terbang sendirian saja.

referensi dan sumber gambar:

  • www.cirrusimage.com/dragonfly_green_darner.htm
  • www.naturenorth.com/dragonfly/DOM/Page02_Life_Cycle.html
  • www.suite101.com/content/dragonfly-mating-and-reproduction-a138105
  • martes.dnr.state.wv.us/Odonata/Anatomy/DragonAnatomy.aspx
  • www.habitas.org.uk/dragonflyireland/anatomy_1.htm
  • www.flickr.com/photos/bilbill/2639559656/
  • en.wikipedia.org/wiki/Pantala_flavescens
  • www.asia-dragonfly.net/globalResults.php?Species=42&offset=20
  • www.vutrax.co.uk/imgofday/arch 2009 oct.htm
  • www.telegraph.co.uk/news/picturegalleries/theweekinpictures/2455955/The-week-in-pictures-July-25-2008.html?image=21
  • www.azdragonfly.net/species/common-green-darner
  • dragonflywoman.wordpress.com/2009/12/30/dragonfliesrule/dragonfly-genitalia/
  • pureflorida.blogspot.com/2007_08_01_archive.html

No comments:

Post a Comment